Masjid Al-Amin Sorong, Satu Dari Masjid Tertua Pertama di Irian Barat

Masjid Al-Amin Sorong, Satu Dari Masjid Tertua Pertama di Irian Barat
Dokumentasi Masjid Al-Amin Sebelum Renovasi (Koleksi Pak Dayat)

Terkini.id, Sorong – Masjid Al-Amin Kota Sorong, Papua Barat, yang beralamat di Jalan Rajawali, Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Sorong, merupakan satu dari empat masjid pertama dan tertua di Irian Barat.

Hal tersebut diutarakan Pak Dayat, kelahiran 1946. Semasa aktif bekerja, menjadi pegawai Departemen Pekerjaan Umum. Ketika bermukim di Sorong ikut serta dalam pembangunan beberapa masjid tertua dan pertama di Irian Barat.

Pak Dayat bersama anak mantunya yang merupakan Alumni Pesantren Gontor, saat ini sedang berada di Sorong Papua Barat, untuk bernostalgia dan menapaktilasi memori tempat tugasnya yang sudah 50 tahun tidak dikunjunginya.

” Saya ke Irian Barat ditugaskan oleh Departemen Pekerjaan Umum Pusat, tahun 1970,” ujarnya.

Pria asal Jawa Barat ini mulanya ditugaskan di Jayapura, namun hanya sekitar 3 bulan, dia kemudian dipindahkan ke Sorong, Irian Barat.

Saat bertugas di Sorong Irian Barat tersebut, dirinya bertemu dengan H. Abdul Rauf Abu dan diikutsertakan dalam Proyek Amal Pembangunan Masjid Al-Amin Sorong Irian Barat. Satu dari empat masjid pertama dan tertua di Irian Barat.

Latar belakang dirinya yang menyelesaikan pendidikan di Darul Ulum Jombang dan Aktivis di beberapa organisasi seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Aktivitas organisasi, membuat dirinya ikut serta dalam kegiatan kemasjidan. Bahkan turut serta menjadi khatib di masjid-masjid yang ada di pelosok Irian Barat.

“Dulu kita khatibnya belum memakai jadual. Tapi ditunjuk langsung. Siapa yang bertugas Jumat depan, ditunjuk satu Jumat sebelumnya,” ujarnya.

Masjid Al-Amin Irian Barat sendiri setelah mengalami tiga kali pemugaran saat ini menjadi Pusat Dakwah Muhammadiyah Kota Sorong Papua Barat. Berlantai dua berada satu Kompleks dengan Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

Juga dalam satu kawasan, berdiri Sekolah Menengah Atas (SMA) Al-Amin Muhammadiyah Sorong.

Masjid Al- Amin bersebelahan dengan Gereja dan Kompleks Perguruan Kristen Advent. Menjadi monumen dimana harmoni dan toleransi beragama yang sudah berlangsung sejak tahun 60-an.

Pak Hidayat saat ini tinggal bersama keluarga di Tasikmalaya, Jawa Barat dan berharap syiar dakwah, harmoni dan toleransi beragama tersebut diteruskan oleh generasi mendatang.

“Besok, Sabtu 7 Maret 2020 saya akan napak tilas ke Teminabuan. Selanjutnya, saya akan ke Makassar, berziarah ke Makam H. Abdul Rauf Abu.

Tahun 1979 beliau pindah dinas ke Jawa Timur. Tahun 2002 kembali ke kampung halaman di Tasikmalaya hingga beliau pensiun Tahun 2002.

(Reporter Muhammad Adnan Firdaus).

Konten Bersponsor

Berita lainnya

IAIN Sorong Selenggarakan Seminar Nasional Rangkaian Perkuliahan Pascasarjana

Peduli pendidikan Papua Barat, Syaiful Maliki Arief Kunjungi SMU Muhammadiyah Sorong

HMI Badko Sulselbar Selenggarakan Panel Alumni HMI Lulusan Luar Negeri, Disertai Kader Papua Barat

Pascasarjana IAIN Sorong Sertakan Dua Pemakalah Pada Panel Ilmuwan Muda ICEE 2020

Dua Makalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN Sorong Dipresentasikan Dalam ICEE 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar