Masjid Ar-Rachman, Masjid Pertama Muslim Perantauan di Sorong Selatan

Masjid Ar-Rachman, Masjid Pertama Muslim Perantauan di Sorong Selatan
Masjid Pertama Kali Dibangun (Koleksi Pak Dayat)

Terkini.id, Sorong – Masjid Ar-Rachman dibangun pada tahun 1965. Beralamat di Jalan Brawijaya-Teminabuan (Sorong Selatan) merupakan Masjid pertama yang dibangun oleh masyarakat muslim perantauan Bugis-Makassar.

Saat itu, belum ada sarana ibadah yang digunakan untuk shalat Jumat. Sehingga bersama-sama membangun masjid untuk keperluan “bersama”.

Hal tersebut dibenarkan oleh H. Fatahuddin Dg. Tunru’ asal Camba, Maros kelahiran 1949,. Semenjak anak-anak pada tahun 1958 sudah ikut bersama orang tuanya merantau ke Irian Barat.

Beliau menuturkan: “Orang-orang tua kita dulu itu kalau mau pas hari Jum’at, mereka tidak shalat Jum’at karena tidak ada Masjid dan rumah kita dulu tidak berdekatan (saling berjauhan) seperti saat sekarang ini.”

“Ada yang tinggal dekat pantai (saat ini jadi pelabuhan), ada yang di gunung dan seterusnya. Jadi sulit sekali kala itu untuk mengumpulkan orang-orang untuk shalat Jum’at”.

Kemudian disambut pula oleh Ahmad Hidayat (Usia 74 Tahun), pria asal Jawa Barat. Beliau mengatakan: “Saya waktu ke sini tahun 1970, sebagai Abdi Negara di Departemen Pekerjaan Umum yang ditugaskan ke Irian Barat tepatnya di Teminabuan.”

“Masjid Ar-Rachman ini sudah berdiri tapi belum semegah ini (sambil menunjukkan foto Masjid Ar-Rachman yang masih berdinding dari kayu mangi-mangi/manggrove),” jelas Pak Dayat yang menceritakan pembangunan masjid kali pertama.

Ditambahkan lagi, “Jadi waktu itu, saya bertemu dengan Pak Abdullah Asal Maluku (Beliau sudah pensiun dari Departemen PU ketika saya jumpai tahun 1970).

Beliau menceritakan bahwa Masjid Ar-Rachman ini, beliau bersama masyarakat Bugis-Makassar yang bekerja sebagai nelayan dan pedagang. Ikut serta pula beberapa dari pegawai ASN dari pulau Jawa.

“Kita semua bergotong royong membangun Masjid dengan menggunakan bahan bangunan yang seadanya, yang terpenting adalah bagaimana ada Masjid untuk umat muslim di Teminabuan karena populasi umat muslim pada saat itu hampir mencapai seratus orang”. Ujarnya

Aktivitas masjid menjadi kendala setelah pembangunan Masjid Ar-Rachman ini rampung diselesaikan tahun 1965. Karena lantaran tidak ada da’i atau penceramah, maka sistem yang digunakan ketika itu adalah membaca buku kumpulan materi khutbah jumat secara bergantian.

Hal ini tersebut di atas berlangsung cukup lama hingga datangnya para dai dari IMMIM Ujung Pandang. Tahun 1975 setelah dibentuknya Konsulat IMMIM Irian Jaya yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum IMMIM Ujung Pandang H. Fadeli Luran.

Diceritakan Ahmad Hidayat, “Jum’at pertama saya di Teminabuan tahun 1970 kala itu saya ikut shalat Jum’at di Masjid Ar-Rachman bersama para jamaah yang lainnya.

Tiba-tiba setelah selesai shalat Jum’at, buku kumpulan khutbah Jum’at itu diberikan kepada saya,” ungkapnya.

“Seketika itu saya berdiam diri, karena saya bukan ustadz, bukan pula penceramah dan tidak pernah berceramah. Tapi karena saya pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam, jadi saya beranikan diri untuk khutbah pekan depannya” lanjut Pak Dayat, panggilan akrab Ahmad Hidayat.

“Itu adalah awal pertama kali sejarah mencatat saya jadi penceramah jumat,” kata Pak Dayat menyelesaikan cerita.

Kini, tampilan Masjid Ar-Rachman saat ini telah berubah dari masa awal berdirinya. Ruang shalat sudah memiliki pendingin ruangan. Sudah tidak ada lagi batang-batang pohon yang dijadikan dinding masjid, semuanya telah berdinding beton dan berdiri dengan megah.

Kondisi Masjid Ar-Rachman Saat ini (Koleksi Sorong Terkini)

Begitu pula para penceramahnya yang telah dikelola langsung oleh Kementerian Agama Kabupaten Sorong Selatan, melalui Bimas Islam dengan dikeluarkannya jadwal khatib tahunan.

(Reporter: Ruslan Rasid & Hilman Djafar)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Hari Kartini, Perempuan Papua dan Perjuangan untuk Kaumnya

Pesona Danau Framu Ayamaru, di Ibukota Tanah Papua

Covid-19, Antara Kewaspadaan dan Kepanikan Diselingi Ketidaksigapan

Keelokkan Sisi Pantai Malaumkarta, Makbon Sorong

Pulau Doom, Berpersiar Dengan Becak Keliling Sambil Berdisko

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar