Universitas Muhammadiyah Sorong Tuan Rumah Temu Tokoh dan Diskusi Keumatan

Universitas Muhammadiyah Sorong Tuan Rumah Temu Tokoh dan Diskusi Keumatan
Temu Tokoh dan Diskusi Keumatan di Universitas Muhammadiyah Sorong (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Dalam rangkaian Safari Dakwah bersama Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, K.H. Cholil Nafis, digelar Temu Tokoh, Senin 9 Maret 2020.

Temu Tokoh dirangkaikan Diskusi Keumatan. Bertempat di Gedung Rektorat, Aula Universitas Muhammadiyah Sorong (UM Sorong).

Hadir dalam Diskusi Keumatan bersama Ketua Komisi Dakwah Mui Pusat Cholil Nafis sebagai pembicara utama, didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, H. Abdul Manan Fakaubun dan Rektor Universitas Muhammadiyah (UMS) Sorong, DR. H. Hermanto Suaeb.

Adapun moderator, Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong, Kariadi.

Dalam pemaparan materinya, K.H. Cholil Nafis, mengatakan pilar utama kita dalam berbangsa bernegara juga keumatan adalah NU dan Muhamnadiyah.

“Apa yang ada di media sosial, sekarang memang kita diadu. Organisasi itu hanya alat. Jangan sampai alat lebih penting dari tujuan, yang utama adalah kepentingan ummat Islam,” ujarnya.

Cholil Nafis juga tak luput membicarakan isu global termasuk penindasan yang dialami oleh muslim India. “Kita lihat rasisme di India, sebenarnya itu adalah teroris,” tegas Kiyai Cholil.

Menurut K.H. Cholil Nafis, rasisme, terorisme yang dialami muslim India adalah kekhawatiran atas populasi muslim India yang berkembang dimana-mana dan diperparah oleh Islamophobia.

“Kalau berkaitan salah paham, saya kira tidak. Disana phobia dengan Islam,” ujarnya. Cholil Nafis lalu menghubungkan Islamophobia di India dengan yang terjadi di Eropa. Juga cap teroris dan ISIS yang disematkan kepada ummat Islam di Afghanistan.

” Nama madrasah di Afghanistan dianggap camp-camp dan madrasah di Indonesia diidentikkan dengan yang disana,” ujarnya.

Menurut dia, itu tidak mengherankan karena minyak bakar dan kayu bakar yang paling murah adalah agama.

“Kerjaannya provokator yang kalah bersaing secara ekonomi mereka manfaatkan,” tegas dia.

Cholil Nafis terus mewanti-wanti agar jeli terutama di era media sosial agar tidak dibuat bertengkar.

“Sekarang berita dengan cepatnya dapat diubah. Kita dibikin bertengkar,” ujarnya menutup acara diskusi.

(Reporter: Muhammad Adnan Firdaus)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Akhir Ramadhan dalam Perjuangan dan Solidaritas, Melewati Wabah Covid-19

Patologi Sosial Dalam Pandemi

Bahaya Lain Covid-19

Covid-19, Pandangan dari Kaca Mata Antropologi

Virus Corona Pasti Berlalu

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar