Ajak Keluarga Ke Sorong, Atok Dayat Bernostalgia

Ajak Keluarga Ke Sorong, Atok Dayat Bernostalgia
Keluarga Atok Dayat Bersama Keluarga Mengunjungi Kota Sorong (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Atok Dayat itulah sapaan akrabnya. Pria kelahiran Jawa Barat 1949 ini mengunjungi Kota Sorong bersama isteri, anak, mantu, dan seorang cucunya.

Kedatangannya ke Kota Sorong, Papua Barat di usianya yang ke-74 untuk bernostalgia. Bersama keluarga mengenang masa kala itu dirinya mengabdi di Irian Barat (Papua Barat) dari tahun 1970 hingga 1979.

Pria yang memiliki 5 anak dan 15 cucu ini menuturkan bahwa dirinya kala itu tahun 1970 mendapatkan tugas dari Departemen Pekerjaan Umum. Selama Sembilan tahun mengabdi di Irian Barat. Selanjutnya ditugaskan di Jawa Barat pada tahun 1979.

Kenangan demi kenangan terlintas dalam benaknya semenjak beberapa hari di Sorong. Walau kurang lebih 40 tahun telah meninggalkan Irian Barat.

Selama di Sorong, Atok Dayat mengunjungi beberapa tokoh-tokoh senior seperjuangannya. Kala itu, di Irian Barat seperti K.H. Uso (Mustasyar Pimpinan Cabang Nahdlatul ‘Ulama Kota Sorong), H. Nurdin Nais (Sesepuh Muhammadiyah Sorong), dan H. Shaleh Johar (Imam Masjid Pertamina Sor-Pus).

Tiap subuh, Atok Dayat mengunjungi beberapa masjid tertua seperti At-taqwa, Al-Amin, Al-Jihad, dan Masjid Raya dengan berjalan kaki.

Ini dilakukannya untuk mengenang masa-masa awal perintisan dahulu. Sekaligus, melihat bangunan-bangunan tua yang masih ada hingga saat sekarang ini.

Sabtu, 7 Maret 2020, Atok Dayat sekeluarga mengunjungi Kabupaten Sorong Selatan tepatnya di Distrik Konda, Sorong Selatan.

Untuk sampai ke Distrik Konda ini, Atok Dayat bersama keluarganya menggunakan longboat sekitar 35 menit dari Pelabuhan Sorong Selatan.

Ketika sampai di Distrik Konda, Atok Dayat mengatakan bahwa di sinilah saya dahulu waktu masih bujang sering menulis surat cinta kepada isterinya. Ketika itu berada di Jawa Barat.

Surat dikirimnya melalui surat pos yang hanya ada di Teminabuan kala itu.

Di samping itu, terdapat kisah unik sewaktu bertugas di Sorong Selatan. Walau tugas utamanya adalah seorang pegawai pekerjaan umum namun kala itu beliau disuruh pula untuk mengurus jenasah.

Semasa itu meninggal Almarhum Abdullah, Desainer Masjid tertua di Teminabuan Sorong Selatan dan pensiunan pegawai pekerjaan umum.

Saat jenazah telah dimandikan dan dikafani, dan siap diantar ke pemakaman, salah satu tali pocong tersangkut di salah satu jendela.

Itu tidak disadari oleh beberapa rekannya hingga malam hari tiba. Ketika hembusan angin malam meniup ke dalam ruang. Tercium bau mayat.

Maka karena ketakutan seluruh penghuni rumah, semuanya tidak ada yang berani tidur mereka seluruhnya begadang.

Tak kala heboh pula, dialami oleh Atok Dayat, beliau mengatakan pada malam itu saya membaca seluruh isi Alquran hingga tak terasa khatam 30 juz.

Keesokan harinya, baru terlihat bahwa salah satu tali untuk mengikat tubuh jenazah tersebut tersangkut di jendela pada saat hendak dikeluarkan lewat jendela.

Sebab ukuran jendela lebih besar dari pintu rumah maka jenazah dikeluarkan lewat jendela.

Esok Hari, tanggal 12 Maret 2020. Atok Dayat beserta keluarganya meninggalkan Kota Sorong dan kembali pulang ke Jawa Barat.

(Reporter: Ruslan Rasid & Hilman Djafar)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Hari Kartini, Perempuan Papua dan Perjuangan untuk Kaumnya

Pesona Danau Framu Ayamaru, di Ibukota Tanah Papua

Covid-19, Antara Kewaspadaan dan Kepanikan Diselingi Ketidaksigapan

Keelokkan Sisi Pantai Malaumkarta, Makbon Sorong

Pulau Doom, Berpersiar Dengan Becak Keliling Sambil Berdisko

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar