Perguruan Tinggi Belanda Tutup Kampus, Atasi Pencegahan Pandemi Korona

Perguruan Tinggi Belanda Tutup Kampus, Atasi Pencegahan Pandemi Korona
Kampus Perguruan Tinggi di Belanda (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Dengan pengumuman WHO status Korona sebagai pandemi, perguruan tinggi Belanda mengumumkan penutupan kampus.

Wawancara tertulis dengan mahasiswa Indonesia di Belanda menyampaikan bahwa semua kampus mulai ditutup.

“Tidak ada lagi aktivitas kampus kecuali yang darurat dengan izin ketua program studi atau direktur,” demikian informasi yang disampaikan.

Sementara itu, kampus mengumukan juga penutupan melalui media sosial seperti Twitter.

TU Delft, mengumumkan pada Jumat, 13 Maret 2020. “Tidak ada kegiatan di kampus, dan diusahakan dengan komunikasi daring,” pesan di @tudelft.

Mengantisipasi Korona, Mentri Kesehatan Belanda bahkan tidak menyertai rombongan Raja Belanda semasa berkunjung ke Indonesia awal bulan Maret.

Maastricht University secara khusus melakukan pemutakhiran data terkait informasi yang berhubungan dengan Korona.

Sampai Senin, 16 Maret 2020, sudah tersedia 16 maklumat mutakhir terkait dengan Korona. Termasuk narahubung yang dapat dikontak untuk keperluan informasi terkini.

Sementara Groningen University sudah mengumumkan penutupan perpustakaan mulai 13 Maret 2020 sampai 10 April 2020.

Adapun TU Eindhoven menyatakan bahwa tidak ad akelas sampai 20 Maret 2020. Selanjutnya, 23 Maret 2020 dilaksanakan kelas daring.

Pegawai dan dosen diminta bekerja dari rumah sampai 31 Maret 2020.

“Ini dapat dilaksanakan karena kesiapan infrastruktur pembelajaran daring sudah tersedia,” tutur mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda.

Informasi yang berada di media sosial, dapat diterima oleh warga kampus karena menggunakan media sosial yang terverifikasi.

Sehingga data yang disampaikan dalam media sosial sekalipun, merupakan informasi resmi kampus.

Penutupan kampus dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan meluasnya wabah Korona.

Saat ini epicentrum Korona berada di Eropa, sehingga menuntut kewaspadaan.

Badan kesehatan PBB, WHO merilis pernyataan tentang kondisi Korona di Eropa saat ini.

Dalam pertemuan dengan media, Jumat, 13 Maret 2020 WHO menyampaikan bahwa kasus di Italia menunjukkan bergesernya epicentrum Korona dari China ke Eropa.

“Apa yang terjadi Italia, dapat terjadi dimana saja,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Konten Bersponsor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar