Tes Covid-19 bagi Anggota DPR RI, Ini Penjelasan Wakil Ketua Komisi IX

Tes Covid-19 bagi Anggota DPR RI, Ini Penjelasan Wakil Ketua Komisi IX
Nihayatul Wafiroh, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, saat Rapat Daring dengan Kemenkes RI (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Sekjen DPR Indra Iskandar, Senin 23 Maret 2020, memperkirakan alat yang dipesan untuk tes bagi anggota DPR akan tiba dalam pekan ini.

“Jadi kami perkirakan rapid test anggota DPR akan dilakukan sekitar Kamis atau mulai Jumat ini,” kata Indra.

Dengan demikian, tes tersebut akan digelar pada Kamis 26 Maret 2020 atau Jumat 27 Maret 2020.

Terkait dengan pertanyaan dan juga tanya dari masyarakat, Nihayatul Wafiroh, Wakil Ketua menjelaskan bahwa tes yang dijalani anggota DPR beserta keluarga sepenuhnya berasal dari dana pribadi.

“Sekarang kebanyakan anggota DPR berada di dapil, jadi mereka dekat dengan konstituen, tidak mungkin mereka diam,” jawab Jeng Ni, panggilan akrab Nihayatul Wafiroh.

“Pasti mereka terus didatangi konstituen dengan harapan mereka bisa membantu menyediakan kebutuhan untuk penangkal Covid-19,” lanjut Nihayatul Wafiroh.

Sehingga anggota DPR tidak tinggal diam dalam kaitan penanganan wabah.

Jauh, sebelum adanya kasus Covid-19 yang terkonfirmasi pada Maret 2020, tanggal 7 Februari 2020, Komisi IX sudah meminta PT Angkasa Pura untuk melakukan tindakan pencegahan wabah.

“Diantaranya dengan minimnya sanitizer di bandara Soekarno-Hatta,” jelas Nihayatul Wafiroh, peraih doktor dari Universitas Gadjah Mada.

Adapun tes cepat yang direncanakan DPR RI, sesungguhnya adalah merupakan inisiatif anggota DPR RI dan samasekali tidak membebani anggaran negara.

Sufmi Dasco, Wakil Ketua DPR RI, menjelaskan bahwa masa pembukaan siding akan dilaksanakan 30 Maret 2020 yang akan datang.

Anggota DPR baru saja pulang dari dapil. Kekhawatiran akan terjangkiti wabah selama di dapil.

“Untuk itu, setiap anggota DPR beserta dengan tenaga ahli dan staf, akan menjalani tes cepat. Semuanya berasal dari dana pribadi,” urai Dasco.

Pemesan alat tes yang mencapai 20.000 karena terkait dengan minimal pemesanan dari pabrikan.

Kelebihan alat itu akan didistribusikan ke daerah.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Banjir di Masamba, Tim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan Mahasiswa FTI UMI Bergerak Malam Ini

Ancaman Kurungan bagi Warga Sorong, Jika Masih Berkerumun

PB IKAMI Sulsel Sampaikan Selamat atas Alih Status IAIN Sorong

STIE Amkop Jalin Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Papua

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar