Dampak Corona: Dosen Smackdown Mahasiswa

Dampak Corona: Dosen Smackdown Mahasiswa
Dr Sudirman Dalam Pelantikan Sebagai Sekretaris P2M STAIN Sorong

Dr. Sudirman
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Sudah terjatuh tertimpa tangga pula, inilah peribahasa yang dialami oleh kebanyakan mahasiswa saat ini. Tak terkecuali mahasiswa yang berada di Kota dan Kabupaten Sorong.

Alih-alih ingin menghindar dari pandemi Virus Corona dengan melakukan lockdown dengan tidak beraktifitas di lingkungan kampus. justru tugas kuliah yang semakin menumpuk dari dosen menjadikan mahasiswa ter-smackdown.

Setelah adanya edaran himbauan baik dari pemerintah pusat maupun yang bersumber dari pemerintah daerah untuk melakukan social distancing pencegahan dengan menjaga jarak antara manusia.

Sehingga demi mengindahkan himbauan tersebut pihak kampus sigap mengambil langkah preventif dengan melakukan perkuliahan dalam system online atau daring.

Perkuliahan dengan system daring atau online merupakan solusi yang jitu saat ini agar prose pembelajaran tetap berjalan.

Sepintas sangat memudahkan mahasiswa dan dosen, cukup dirumah saja dengan menyediakan kuota dan materi bahan diskusi maka semua akan berjalan lancar.

Awal-awalnya berjalan lancar dan tidak menemui kendala berarti.  Namun dua tiga kali pertemuan mulai dirasakan dan dikeluhkan mahasiswa.

Selain tugas menumpuk yang hampir semua dosen mewajibkan setiap  mahasiswa membuat makalah.  Mahasiswa juga terbebani untuk pemakaian kuota yang sangat besar.

Satu mata kuliah semisal dengan menggunakan aplikasi Zoom dalam durasi 1 jam/pertemuan menggunakan paket data sekitar 2 GB.

Jika dikalkulasikan 10 mata kuliah dalam setiap pekannya; 10 MK X 2 GB = 20 GB/pekan, ini merupakan jumlah sangat fantastic bagi setiap mahasiswa.

Mahasiswa dengan latar belakang perekonomian keluarga menengah ke atas mungkin telah terfasilitasi jaringan wifi yang memadai di rumah.

Namun mahasiswa yang berlatar belakang perekonomian menengah ke bawah dipastikan menjerit dan tercekik.

Jangankan membeli kuota memenuhi kebutuhan dapur setiap harinyapun sangat susah, ditambah adanya batasan beraktifitas dalam mencari nafkah.

Para dosen seharusnya peka terhadap situasi saat ini dengan tidak hanya mementingkan sejauhmana bisa menyelesaikan perkuliahan mata kuliah yang di ampu.

Sehingga harus ada solusi yang tepat, mahasiswa paham terhadap materi yang ingin disampaikan dengan efektif dan ekonomis.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Akhir Ramadhan dalam Perjuangan dan Solidaritas, Melewati Wabah Covid-19

Patologi Sosial Dalam Pandemi

Bahaya Lain Covid-19

Covid-19, Pandangan dari Kaca Mata Antropologi

Virus Corona Pasti Berlalu

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar