Panti-panti Asuhan dan Dhuafa Sorong Raya Bagian Warga Terdampak Wabah Korona

Panti-panti Asuhan dan Dhuafa Sorong Raya Bagian Warga Terdampak Wabah Korona
Pengasuh Panti Asuhan Putri Muhammadiyah (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Panti-panti asuhan dan dhuafa se-Sorong Raya, terdampak wabah. Demikian diutarakan salah satu pengasuh panti asuhan di Kota Sorong, Hilman Djafar.

Bahkan menurutnya, donator sudah terbatas sejak 16 Maret 2020. “Donasi ke panti asuhan mulai terbatas. Ini karena kekhawatiran untuk tidak keluar rumah dan beraktifitas,” kata Hilman.

Dampak tersebut menurut Hilman Djafar, semakin sepi saat resmi pemerintah Kota Sorong mengumumkan adanya dua penderita yang positif.

“Sebenarnya sejak dua pekan lalu efeknya ke donatur panti terasa. Dan semakin kesini semakin terasa. Walau alhamdulillah, setelah ada aksi solidaritas untuk panti asuhan di medsos, gudang sembako kami mulai terisi kembali,” ujarnya.

Hilman Djafar mengapresiasi ada aksi spontan dari individu dan solidaritas dari paguyuban-paguyuban melalui media sosial, ataupun yang datang langsung, sehingga kekurangan persediaan bahan makanan di awal merebaknya wabah, bisa teratasi.

Diantaranya Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB), dan Asosiasi Pedagang Pasar Sorong (APPS) terjun langsung menyerahkan bantuan ke panti asuhan.

“Kami berterima kasih ada aksi spontan ataupun solidaritas paguyuban yang memobilisasi donasi berupa sembako dan dana ke panti kami,” tambahnya.

Begitu pula, seorang guru SMA Muhammadiyah menginisiasi pengumpulan dana dan membelajakannya untuk bahan makanan. Setelahnya, menyerahkan langsung ke panti asuhan.

Hilman Djafar yang juga mahasiswa pascasarjana IAIN Sorong ini berharap agar pemerintah mengalokasikan anggaran untuk masyarakat kumuh, miskin dan dhuafa yang ada di Sorong Raya. Terutama masyarakat kecil seperti tukang ojek, penjual gorengan, dhuafa, dan lain-lain masyarakat terdampak Korona.

Menurutnya, jika panti-panti asuhan yang membina dhuafa, miskin telantar saja terdampak. Bagaimana halnya orang miskin, dhuafa, terlantar yang tidak tinggal di panti asuhan, tidak terorganisir dan terdata?

“Ini yang menurutnya perlu dipikirkan Bersama”, kata Hilman.

(Reporter Muhammad Adnan Firdaus)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

HUT ke-21 Ikaswara Digelar Sesuai Protokol Covid-19

IAIN Sorong Selenggarakan Seminar Nasional Rangkaian Perkuliahan Pascasarjana

Peduli pendidikan Papua Barat, Syaiful Maliki Arief Kunjungi SMU Muhammadiyah Sorong

HMI Badko Sulselbar Selenggarakan Panel Alumni HMI Lulusan Luar Negeri, Disertai Kader Papua Barat

Pascasarjana IAIN Sorong Sertakan Dua Pemakalah Pada Panel Ilmuwan Muda ICEE 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar