Melatih Kepedulian dan Kebersamaan di Tengah Wabah, Panti Asuhan Putri Al-Amin Berbagi

Terkini.id, Sorong – Semenjak Kota Sorong menetapkan karantina dan menghimbau kepada masyarakat agar tetap tinggal di rumah, wujud pengaruh pada ketersediaan bahan pokok makanan bagi rakyat berpenghasilan kecil yang terdampak.

Hal tersebut serupa pula diutarakan oleh salah seorang warga RT 3/RW 5, Kelurahan Malaingkedi, Distrik Malainsimsa. Kota Sorong.

Dia menuturkan bahwa semenjak adanya wabah ini penghasilan saya sebagai tukang ojek menurun, biasa bisa dapat hampir seratus ribu perhari, sekarang paling hanya dua puluh ribu.

Baca Juga: Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset, Universitas Muhammadiyah...

“Terkadang juga tidak ada yang didapat,” tutur Sang Tukang Ojek.

Dampak yang sama pula dirasakan oleh anak-anak Panti Asuhan Putri Al-Amin sebelum adanya penggalangan sembako beberapa hari lalu oleh perseorangan dan paguyuban se-Sorong Raya.

Baca Juga: Ramadan, Bulan Pendidikan

Menurut Hilman, Kepala Panti Asuhan Putri Al-Amin, “Alhamdulillah, setelah adanya penggalangan bantuan kemarin persediaan bahan pokok makanan untuk anak-anak panti selama 2-3 bulan kedepannya telah terpenuhi,” kata Hilman.

“Bahkan saat ini gudang kami tak mampu lagi menampung bantuan dari para donator,” tuturnya.

“Oleh karenanya, agar pahala kebaikan para donatur ini dapat tertunaikan dengan baik. Kami sebagai pengasuh panti asuhan ingin berbagi pula di lingkungan sekitar panti asuhan ini,” lanjut Hilman.

Baca Juga: Ramadan, Bulan Pendidikan

“Karena di sekitar panti ini pula ada masyarakat berpenghasilan kecil yang kurang mampu dan harus mendapatkan perhatian pula dari kita,” lanjutnya.

“Jarak fisik boleh kita renggangkan di tengah wabah ini, namun jarak sosial kita harus lebih direkatkan,” menutup ucapannya.

Ari Anang Setyo, koordinator yang berprofesi sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Sorong mengatakan bahwa prioritas kami dalam kegiatan ini adalah para tukang ojek, penjual gorengan, janda, fakir miskin, dan guru honorer.

“Sembako yang kami berikan ini meliputi beras, mie, minyak goreng, dan kebutuhan dapur lainnya senilai Rp.250.000/paket. Kurang lebih 28 paket yang kami berikan,” ujarnya.

(Reporter Ruslan Rasid)

Bagikan