Pemkot Sorong Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Pemkot Sorong Perpanjang Masa Tanggap Darurat
Pulau Buaya, Salah Satu Pulau di Kota Sorong (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Dalam rangka pencegahan menyebarnya Covid-19 di Sorong, pemerintah kota Sorong memperpanjang kebijakan penanggulangan wabah dengan instruksi untuk tinggal di rumah, Selasa, 7 April 2020.

“Instruksi wali kota sorong untuk semua masyarakat kota sorong tanpa terkecuali, sekali lagi intruksi untuk masyarakat kota sorong tanpa terkecuali mulai tanggal 10 masyarakat secara keseluruhan tolong tenang dirumah tidak boleh melakukan aktifitas apa pun di luar rumah masing-masing, selama tiga hari dari tanggal 10 sampai dengan tanggal 13” kata Walikota Sorong, Lambert Jitmau.
 
Dikatakan Lambert bahwa perkembangan virus Korona ini yang ODP semakin menurun yang tadinya dari 111 sudah turun menjadi 70-an dan tiga hari lagi dimungkinkan akan turun lagi.

Ini harapan semua warga masyarakat secara Bersama. “Jangan kita masukkan pesawat ada penumpang baru yang datang kita tidak tahu pasti mereka menyebarkan virus corona itu kepada masyarakat di Kota Sorong,” kata Lambert.

Kota sorong sebagai pintu gerbangnya masuk tanah papua baik itu yang harus menumpang karena itu peluang yang sangat besar sekali untuk menyebarkan virus corona.

Pertanyaan dari Kontributor Sorong Terkini bahwa ada kekecewaan dari gubernur karena ada Kepala Daerah yang tidak melakukan koordinasi dengan baik.

Lambert menjawab “kalo saya masing-masing daerah itukan diangkat dari koordinasi Maknokwari itukan ternyata tidak bisa maju, alangkah baiknya gubernur undang semua kepalah daerah dan kami duduk rapat beliau pimpin rapat.”

“Kami harus menyampaikan argumen masing-masing kepada beliau bahwa ada pertimbangan mengambil keputusan bukan beliau mengambil keputusan lalu serahkan kepada kami tapi seluruh daerah, perkembangan daerah tidak akan sama, maibrat tidak akan sama dengan kota sorong itu persoalannya.” Ucap Lambert Jitmau.

Dikatakan Lambert Jitmau, Jakarta tidak sama dengan papua, kemudian Jakarta tidak akan sama dengan daerah-daerah lain, makanya Jakarta sekarang dianggap sebagai zona merah.

“Di Papua Barat, Kota sorong, dan begitu pula Kota Jayapura sangat hati-hati, jika dua kota ini membuka akses yang semakin seluas-luasnya, maka peluang untuk mendapatkan virus corona itu semakin lebar,” tegas Lambert.

Selanjutnya Lambert mengajukan pertanyaan “apakah kita mau seperti itu? Tentu tidak kan, kalo tidak, mari kita menahan diri satu dua minggu tidak terlalu repot.”

Lambert menguraikan kembali “tapi yang paling penting dan paling utama ini, sembako, bama saya sudah perhitungkan, kita punya stok sumbangan untuk kota dan Sorong Raya bertahan sampai lima enam bulan kedepan bahkan tujuh bulan karena ada seribu ton masuk di pelabuhan sekarang.”

(Reporter Fatimah Rabrusun)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

IAIN Sorong Selenggarakan Seminar Nasional Rangkaian Perkuliahan Pascasarjana

Peduli pendidikan Papua Barat, Syaiful Maliki Arief Kunjungi SMU Muhammadiyah Sorong

HMI Badko Sulselbar Selenggarakan Panel Alumni HMI Lulusan Luar Negeri, Disertai Kader Papua Barat

Pascasarjana IAIN Sorong Sertakan Dua Pemakalah Pada Panel Ilmuwan Muda ICEE 2020

Dua Makalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN Sorong Dipresentasikan Dalam ICEE 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar