Pantai Liang Pelepas Lelah dan Penghempas Penat

Pantai Liang Pelepas Lelah dan Penghempas Penat
Pantai Liang di Maluku (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Pantai Liang letaknya di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Pantai ini tidak hanya dikunjungi oleh masyarakat setempat tetapi juga wisatawan Asing.

Terik matahari begitu tajam hingga menusuk kalbu di pagi itu menyambut kedatanganku di Provinsi Maluku setelah melalui perjalanan kurang lebih delapan belas jam. Perjalananku dalam rangka liburan panjang yang bertepatan dengan Hari Raya idul fitri.

Saya memilih untuk berwisata ke salah satu pantai yang berada di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (Minggu, 2 Juni 2019.

Kedua kalinya saya tiba di Ambon, saya dijemput oleh om dan langsung mengunjungi salah satu wisata pantai yang ada di sana dari sekian banyak pantai.

Saya lebih senang berwisata di pantai sederhana yang masih asri dengan pasir luas dan saung sederhana di antara pohon-pohon, yaitu Pantai Hunimua lebih dikenal dengan sebutan pantai liang karena pantai ini terletak di Desa Liang, Pantai liang memiliki panjang kurang lebih 1 KM.

Pantai Liang dibuka untuk masyarakat umum yang ingin berkunjung setiap harinya. Di hari-hari libur, pantai ini selalu ramai karena dikunjungi penduduk lokal dan beberapa wisatawan.

Kalau teman-teman ada lebih menikmati pantai pada saat sepi, ada bagusnya hindari berkunjung dikala hari liburan. Hanya dengan membayar Rp. 15.000.- perorang kami sudah bisa menikati keindahan pantai liang.

Setelah saya memasuki pantai liang, saya disambut oleh pasir putih yang berkilauan, seakan menjadi pintu masuk menuju kecantikan gradasi air laut biru kota ambon.

Sangat menggoda untuk berenang ataupun sekedar bermain air. Angin menderu kencang namun sejuk air laut menggulung terpecah di bibir pantai saya bersama om dan tante bejalan melihat-lihat keindah pantai liang.

Ketika saya melintasi pesirir pantai liang yang putih dan mulus yang disapu oleh ombak, Sungguh saya merasakan kedamaian. Seperti tak ada beban dalam hidup.

Tak henti-hentinya saya merasa kagum atas keindahan panoramanya. Pesona deburan ombak dipesisiran pantai dan pemandangan sekeliling yang indah. Angin memberikan kesejukan dan rasa damai.

Disini tidak ada yang memiliki wajah yang muram, karena ditempat yang seindah ini dapat membuat orang lupa akan masalah.

Letih karena perjalan di mobil pun terbayar lunas dengan pantai yang luar biasa ini. Tidak terasa sudah lebih dari 3 jam kami bermain di pantai.

Perjalananpun kami lanjutkan, kami mendatangi pedagang disekitar pantai dan membeli minuman dan cemilan untuk mengisi perut dan tenggorokan kami yang kosong setelah bermain di Pantai.

Tibalah saat matahari terbenam secara perlahan mengakhiri perjalanan liburan kami hanya sekitar satu hari kami berada dipantai liang, Om dan Tante sudah mengajak untuk pulang.

Walau rasanya saya tidak ingin meninggalkan Pantai liang ini, Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Terlihat wajah sepupu yang semakin hitam karna terkena sinar matahari yang sangat panas.

Dalam perjalanan pulang kami bercanda untuk menutup cerita ini. Tak bisa aku lupakan Pantai liang meski kutulis namamu di pasir dan tersapu ombak kau akan selalu ku kenang sebagai pantai yang sangat indah dan menyenangkan.

Jika teman-teman ingin berkunjung saya sarankan datang pada waktu sore hari ketika matahari hendak terbenam agar tidak tersengat panasnya matahari.

(Reporter Nur Endang Zainal)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kedermawanan di Tengah Badai Covid-19

Soeharto 99 tahun yang Berlalu, Warisan Masa Lalu ke Masa Kini

Sebuah Fenomena, Dermawan Covid-19

Menelisik Susu Kurma, Bisnis Menguntungkan Dalam Ramadhan

Nanti Kita Cerita di Akhir Ramadhan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar