Covid-19, Menguji Ketahanan Individu, Keluarga dan Kedaulatan Negara

Covid-19, Menguji Ketahanan Individu, Keluarga dan Kedaulatan Negara
Muhammad Adnan Firdaus (Koleksi Sorong Terkini)

Muhammad Adnan Firdaus
Penyuluh Agama Islam

Terkini.id, Sorong – Korona. Yah, Korona. Ukurannya kecil. Bahkan sangat kecil.

Tapi dampaknya? Tak usah dibilang. Satu negara. Bahkan dunia dibuat kelimpungan.

Begitulah kuasa Tuhan Pemilik Bumi. Dia yang Maha Besar dan Super Power kuasa memberi pelajaran sangat besar.

Dari sesuatu yang kecil, bahkan sangat kecil. Hanya seukuran nano. Itulah virus corona. Kini tren disebut Covid-19.

Jika tidak punya daya tahan mental, spritual, ekonomi, sosial, karakter bahkan pisik.

Saya, Anda, Kita bahkan penghuni Planet Bumi ini bisa underpressure “dibuatnya.”

Itu saja? Belum.

Sekali lagi. Fenomena Korona, sudah jadi masalah global.

Tidak saja terkait cara penyebarannya yang sangat cepat, tapi yang lebih “menyeramkan” dari itu adalah korban jiwa efek serangan virus ini.

Eksistensi dunia. Eksistensi Negara. Bahkan mungkin bangsa bisa terancam?

Seseram itukah? Bisa, ya. Bisa tidak.

Saya ingin kita tidak fokus disitu.

Salah satu titik yang perlu menjadi perhatian adalah pada anti bodi kita terhadap virus secara umum.

Anti bodinya bisa berupa hard anti bodi dengan memberikan nutrisi yang cukup. Masker, APD, dan lain-lain hal yang sangat teknis.

Tapi yang jauh lebih penting adalah Soft Anti Bodi. Mengapa demikian?

Begini. Bukankah ada pepatah lawas yang berbunyi: di dalam jJiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat?

Maka disini relevansi topik di atas menemukan benang merah.

Bahwa bencana non alam Korona ini benar-benar menguji ketahanan Individu Indonesia. Keluarga Indonesia. Bahkan Kedaulatan Indonesia?

Berlebihankah? Bisa, ya. Bisa tidak.

Semuanya masih misteri alias belum ada kejelasan.

Tapi bisa juga sesuatu yang bisa dinalar dan dianalisa efek dan akhir dari wabah ini.

Namun, terlepas dari semua itu. Perlu dimulai dari berfikir pada hal yang sederhana.

Dengan urutan sebagai berikut.

Pertama, virus corona ini menyerang kesehatan fisik individu.

Kedua, kesehatan fisik individu yang terganggu bisa berimplikasi serius ke mental, emosi, spritual, produktifitas dan seterusnya.

Ketiga, dalam tubuh yang sehat. Terdapat jiwa yang sehat. Demikian sebaliknya.

Empat, bagaimana jika individu yang terancam virus dan berpotensi tidak sehat itu, misalnya adalah kepala keluarga.

Dimana kepala keluarga adalah tulang punggung keluarga. Cukup disitu saja? Belum.

Kelima, dalam pandangan yang sangat sederhana sering kita dengar bahwa individu menyusun keluarga. Lalu kumpulan-kumpulan besar keluarga-keluarga tersebut secara akumulatif menyusun sebuah organisasi besar bernama, masyarakat. Lalu masyakat tersebut bertransformasi menjadi organisasi besar lagi bernama: negara.

Nah, disinilah relevansi tulisan ini. Kita butuh kesigapan, keseriusan dan afirmasi negara untuk memastikan bahwa selama status darurat bencana Covid-19 terjadi di tanah air.

Ketahanan individu, ketahanan keluarga di bangsa Indonesia yang Berbhineka Tunggal Ika ini, baik-baik saja.

Semoga saja. Mari semua kita berdoa untuk itu.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Akhir Ramadhan dalam Perjuangan dan Solidaritas, Melewati Wabah Covid-19

Patologi Sosial Dalam Pandemi

Bahaya Lain Covid-19

Covid-19, Pandangan dari Kaca Mata Antropologi

Virus Corona Pasti Berlalu

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar