Pesona Danau Framu Ayamaru, di Ibukota Tanah Papua

Pesona Danau Framu Ayamaru, di “Ibukota” Tanah Papua
Danau Framu di Ayamaru (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Danau indah nan mempesona, airnya sebening cermin danau Framu namanya. Danau framu terletak di pedalaman Papua Barat lebih tepatnya di Ayamaru.

Ayamaru kerap disebut “ibukota” Tanah Papua. Warga Papua yang terpelajar dan mencapai karir cemerlang, terdapat dari wilayah ini.

Danau ini menarik banyak perhatian, karena ditengah lebatnya hutan dan jauh dari pemukiman penduduk masih ada danau seindah itu.

Kota Ayamaru sendiri berjarak 260 km dari arah barat Kota Sorong, lebih tepatnya terletak di Kabupaten Maybrat.

Perjalanan dari Kota Sorong menuju Ayamaru biasa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum sekitar 4-5 jam perjalanan.

Pada suatu pagi cuaca begitu cerah dan mendukung untuk bepergian jauh. Saya pun memutuskan untuk mengunjungi Danau Framu bersama dengan teman-teman.

Hari itu, tepat hari Sabtu, 8 Februari 2020 dimana hari libur kuliah. Kami mengunjungi Danau dengan menggunakan kendaraan pribadi yaitu mobil pada pukul 09.00 WIT.

Kamipun begitu menikmati perjalanan, karena sepanjang perjalanan menuju danau masih banyak pepohonan yang lebat dipinggir jalan. Seakan mereka membersamai perjalanan kami menuju Danau Framu yang indah.

Setelah 4 jam perjalanan kamipun tiba di Kota Ayamaru pada pukul 13.00 WIT, namun untuk menuju Danau Framu kita harus berjalan kaki sekitar 1,5 km. dan sebelum itu, kita harus membayar uang masuk senilai Rp. 50.000 untuk mobil dan Rp. 10.000 untuk kendaraan roda dua.

Saat lelah berjalan kaki, akhirnya kamipun sampai di Danau Framu. Kami semua dikejutkan dengan warna air yang begitu memukau. Suasana asri yang begitu terasa, dan pemandangan yang tak mengecewakan.

Membuat lelah kamipun terbayar lunas dengan indahnya Danau Framu. Luas danau yang membentang beberapa Kampung di Kota Ayamaru dan kedalaman Danau tersebut diperkirakan mencapai 30 meter.

Tak perlu menunggu waktu lama, kamipun langsung terjun untuk mandi dan main air di Danau Framu, dan yang benar saja, dinginnya air langsung menusuk ke tubuh.

Kami segera naik kembali karena tak tahan dengan dinginnya air Danau Framu. Lalu, kami berjemur untuk menghangatkan tubuh, dan setelahnya kamipun menyantap makan siang.

Setelah selesai makan siang, saya dan kawan-kawan kembali bermain air karena merasa belum puas. Tak henti-hentinya saya dan teman-teman terkagum-kagum dengan keindahan dari Danau Framu.

Tak terasa 4 jam berlalu, dan jam menunjukkan pukul 17.00 WIT, kami harus memutuskan untuk pulang meskipun sebenarnya masih ingin berlama-lama disana.

Terimakasih Danau Framu, telah menyuguhkan keindahanmu yang membuat kami kagum dan ingin kembali lagi nanti.

(Laelatul Amanah)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Hari Kartini, Perempuan Papua dan Perjuangan untuk Kaumnya

Covid-19, Antara Kewaspadaan dan Kepanikan Diselingi Ketidaksigapan

Keelokkan Sisi Pantai Malaumkarta, Makbon Sorong

Pulau Doom, Berpersiar Dengan Becak Keliling Sambil Berdisko

Dia yang Tegar di Tengah Badai Korona

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar