Ramadhan Bulan Hidayah di Tengah Covid-19

Ramadhan Bulan Hidayah di Tengah Covid-19
Dr. Surahman Amin, Direktur Pascasarjana IAIN Sorong (Koleksi Sorong Terkini)

Dr. H. Surahman Amin
Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Al-Raghib al-Asfahani mengatakan bahwa hidayah adalah petunjuk yang diberikan dengan penuh kelembutan, untuk membuka hati dan pikiran manusia dalam menerima kebenaran. Setidaknya Hidayah bagi manusia menurut al-Asfahani ada 4 jenis.

Pertama. Hidayah umum bagi seluruh makhluk (QS. Thaha: 50). Kedua. Hidayah al-Irsyad yang disebabkan oleh doa para Nabi kepada umatnya sehingga mendapat petunjuk sampai hari ini. (QS.Al-sajadah:24).

Ketiga. Hidayah al-Taufiq yang diberikan kepada siapapun yang meminta dan hak progreatif Allah untuk memberikan hidayah bagi yang dikehendakinya dengan atau tanpa sebab (QS. Muhammad:17).

Keempat. Hidayah saat diakherat ketika manusia memasuki surga-Nya.(QS. Muhammad :5).

Ramadhan di sebut dengan bulan hidayah karena al-Qur’an sebagai sumber hidayah seluruh manusia (Hudan linnaas) diturunkan di bulan ini. Tidak ada bulan yang lebih banyak mengandung hidayah dan ubudiyah selain ramadhan.

Tidak ada bulan yang lebih banyak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah selain ramadhan. Tidak ada bulan yang informasikan oleh Allah bahwa didalamnya turun al-Qur’an selain ramadhan.

Allah mewajibkan kaum muslimin memohon hidayah minimal 17 kali sehari semalam ketika shalat, yaitu saat membaca surah al-Fatihah (ihdinasshiratalmustaqim). Ramadhan adalah bulan yang sangat kondusif untuk ibadah dan melaksanakan kebaikan-kebaikan menuju predikat takwa kepada Allah.

Puasa yang terasa berat di bulan lain akan terasa ringan dan indah di bulan ini.

Shalat tarawih, tahajjud atau shalat malam yang terasa susah di bulan lain akan terasa mudah di bulan ramadhan.

Zakat, Infak dan sedekah yang di bulan lain terasa berat, di bulan ramadhan akan terasa ringan dan berkesan.

Situasi Ramadhan tahun 1441 H ini, tentunya berbeda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya.

Kalau sebelumnya kegiatan-kegiatan ramadhan dilakukan dengan semarak dan mengumpulkan massa, seperti tarawih berjamaah di masjid, buka bersama ditempat ramai, pesantren kilat dan lain-lain.

Tahun ini dengan adanya Covid-19 atau dikenal dengan Virus Corona, semuanya berubah.

Keramaian dan acara yang mengumpulkan massa tidak diperbolehkan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Shalat berjamaah di rumah, tarawih bersama keluarga di rumah, tadarrus di rumah dan semua kegiatan dipusatkan di rumah. Meskipun hampir seluruh aktifitas dikerjakan di rumah, tapi ini tidak mengurangi kualitas ibadah di bulan suci ini.

Bahkan bisa jadi ibadah di rumah membuat semakin ikhlas dalam menjalankan ajaran-Nya.

Bisa jadi tadarus di rumah atau bersama keluarga semakin meningkatkan taqarrub kepada Allah.

Boleh jadi apapun yang dilakukan di rumah menjadi ladang amal yang tidak ternilai harganya di sisi Allah.

Covid 19 memberi pelajaran berharga bahwa mencari Tuhan bukan hanya di tempat keramaian, beribadah maksimal bukan hanya di masjid, dan berbuat kebaikan tidak mesti disaksikan rang lain. Virus ini mengajarkan keikhlasan paripurna.

Terkait dengan ini, edaran Pemerintah secara langsung dan atau melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) tentang petunjuk keselamatan supaya terhindar dari musibah virus corona ini sebaiknya diikuti dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab agar biasa terhindar dari virus yang sudah menjangkiti lebih dari 2,7 juta dan menewaskan hampir 200 ribu manusia di muka bumi ini (data 1 ramadhan 1441).

Ketika masyarakat mengikuti arahan pemerintah (Ulil amri) dalam hal pencegahan penularan virus corona, wabah ini dalam waktu yang sesingkat-singkatnya akan bisa terselesaikan dan kehidupan akan normal kembali dan beraktifitas seperti biasa. (Sorong, 1 Ramadhan 1441 H./14 April 2020 M)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Akhir Ramadhan dalam Perjuangan dan Solidaritas, Melewati Wabah Covid-19

Patologi Sosial Dalam Pandemi

Bahaya Lain Covid-19

Covid-19, Pandangan dari Kaca Mata Antropologi

Virus Corona Pasti Berlalu

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar