Pedagang Ikan Cemas, Pasar Sunyi dan Pendapatan Kian Menurun

Pedagang Ikan Cemas, Pasar Sunyi dan Pendapatan Kian Menurun
Penjual Ikan di Pasar Pagi Aimas (Koleksi Sorong Terkini)

M. Rusdi Rasyid
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Memasuki hari kedua bulan suci Ramadhan, Pasar Pagi yang biasa dikunjungi kaum Kartini pada waktu Pagi hari nampaknya lengang dan terkesan sunyi.
“Pasar Pagi” begitu masyarakat menyebutnya, terletak di jalan Buncis, satu arah dari Alun-alun Aimas pusat kota Kabupaten Sorong yang membelah Aimas menuju ke beberapa kecamatan.

Ketika ditanyakan suasana pasar selama masa Pandemi Covid-19, pedagang ikan yang tidak ingin disebutkan namanya mengakui bahwa selama Corona ada di sini, ”sunyi pak, kami cemas dan cuma nekat menjual yang penting ada pemasukan sedikit”.

“Serius pak, pendapatan kami menurun drastis hingga 75%, anak dan istri kami butuh makan, apalagi anak saya sedang sekolah selalu butuh uang pulsa data.”

Pedagang ikan lain menimpali sambil memberi contoh “dulu kami biasa dapat keuntungan bersih sekitar Rp. 500.000 perhari, tetapi sekarang hanya Rp. 150.000”.

Baca juga:

Dampak Covid-19 sudah mengacak pedagang ikan Pasar Pagi Aimas, bahkan pedagang sayuran dan buah pun ikut kena imbasnya.

Masuk hari kedua bulan Ramadhan biasanya seperti tahun-tahun sebelumnya, pasar-pasar ramai dikunjungi, pedagangpun dapat untung yang banyak.

Namun tidak kali ini, semua pedagang mengeluh.

Menurutnya, harapan satu-satunya adalah bulan puasa ini, namun sama saja, sudah masuk hari kedua masih kurang pembeli.

Saat ditanya mengapa begitu pak? Spontan dijawab “semua langganan saya tidak ada yang pesan, warung makan tutup semua, tidak ada lagi acara-acara rapat di kantor-kantor, tidak ada lagi acara pengantin, tidak ada lagi acara aqiqah, sunatan, hajatan, dan acara-acara lainnya yang butuh ikan atau lauk pauk.

Pak Pedagang melanjutkan “kalau seandainya pemerintah mau membantu untuk menutupi kebutuhan keluarga kami, pastilah kami tidak akan keluar rumah” imbuhnya.

Kalau saja bapak tidak jual ikan, lalu siapa yang mau jual ikan? “waduh saya tidak tau pak. Sambil tersenyum pedagang itu masih berharap agar ada pembeli untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, termasuk kebutuhan anaknya yang masih sekolah dasar selalu butuh pembeli pulsa data, kuncinya.

Keluhan yang dirasakan pedagang ikan Pasar Pagi Aimas menggambarkan fakta yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kapankah wabah Pandemi Covid-19 berakhir? Pertanyaan ini adalah pertanyaan kita semua.

Tetapi banyak harapan terutama anggota pedagang Pasar Pagi Aimas bahwa “Corona ini berakhir saat menjelang lebaran Idul Fitri”. Amiiiiiin.

Komentar

Rekomendasi

Menelisik Susu Kurma, Bisnis Menguntungkan Dalam Ramadhan

Nanti Kita Cerita di Akhir Ramadhan

Abdul Rauf Abu, Mata Air Kembar Pejuang NKRI dan Dakwah

Islam dan Budaya Papua

Panti Asuhan Ini Bukan Penerima Sumbangan Justru Mendistribusikan Sumbangan

IAIN Sorong Kampus Dunia Maya

Noer Hasyim Gandi, Pejuang Pendidikan Tanah Papua

Civitas Academica, Frasa yang Sering Menjadi Perdebatan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar