Tentang Pertanyaan, Apa Tujuan Berada di Bulan Ramadhan

Tentang Pertanyaan, Apa Tujuan Berada di Bulan Ramadhan
Ramadhan yang Datang (Koleksi Sorong Terkini)

Dr. Sudirman
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Tidak semua umat muslim memiliki kesempatan hadir pada bulan ramadhan. terlebih lagi pada ramadhan saat ini di tengah wabah Covid-19, anjuran ibadah di rumah.

Orang yang semangatnya lemah, mudah untuk bermalas malasan. Sedangkan orang yang semangatnya kuat, akan memperbanyak aktifitas ibadahnya.

Ramadhan terkadang tidak membekas jika dilalui hanya sekedar menahan lapar dan haus semata. Sehingga puasa yang dilakukan bukan untuk mengubah kualitas iman dan taqwa.

Dalam ayat puasa memulai dengan memanggil umat beriman, dengan menutup “agar kalian bertaqwa”.

Hal ini menegaskan bahwa tidak cukup hanya sekadar iman saja untuk menjalankan ibadah puasa melainkan bagaimana sikap dan sifat orang berpuasa mendapat takwa.

Sehingga taqwa adalah orientasi utama dalam menjalankan ibadah puasa. Jika seseorang yang berpuasa tidak menemukan ketaqwaan kepada Allah maka dia harus memeriksa kualitas puasanya, karena kemungkinan ada yang belum beres dengan perlakuannya terhadap puasanya.

Jangan hanya mendapat lapar dan haus terhadap puasamu melainkan bagaimana kamu bertaqwa kepada Allah.

***

Dalam beragama, apa yang tampak adalah ekspresi beragama. Islam memiliki banyak bentuk ekspresi, misalnya konsep ideologi yang dikenal dalam kelompok HTI, dan juga perbedaan ekspresi antar akelompok dengan kelompok lainnya.

Saat ada himbauan untuk salat jamaah di rumah masing-masing, pelarangan pengajian dalam jumlah besar, mereka langsung “sami’na wa atha’na” tunduk dan patuh.

Mereka bukannya pemalas tetapi mereka mengerti dasar dalil yang digunakan dan yang harus di jalankan saat ini.

Namun, ada juga yang yang selama ini salatnya masih susah utuh, puasanya sekadar tidak makan dan minum, sedekahnya dihitung jari, justru ngotot rela bertengkar mati matian gara gara masjid dibuka untuk taraweh.

Terlebih lagi, salat jamaah dengan memberiikan spasi satu sampai dua meter antar jamaah.

Ini justru perilaku yang tidak sesuai dengan tuntunan.

Tujuannya ingin menjalankan agama, justru berperilaku yang tidak ada dasarnya. Bisajadi akan terjerumus ke potensi dosa.

Ibadah mahdah bukan rananya taakkul (pemikiran) melainkan taabbud.

Agama Islam sangat simpel, ibadah yang dilaksanakan hanya yang diperintahkan saja.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Akhir Ramadhan dalam Perjuangan dan Solidaritas, Melewati Wabah Covid-19

Patologi Sosial Dalam Pandemi

Bahaya Lain Covid-19

Covid-19, Pandangan dari Kaca Mata Antropologi

Virus Corona Pasti Berlalu

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar