Kita ini Penyembah Allah, bukan Penyembah Ramadhan Apalagi Penyembah Covid-19

Kita ini Penyembah Allah, bukan Penyembah Ramadhan Apalagi Penyembah Covid-19
Muhammad Adnan Firdaus, M.Pd. (Koleksi Sorong Terkini)

Muhammad Adnan Firdaus
Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Sorong

Terkini.id, Sorong – Ahlan wa sahlan wa marhaban Ramadhan 1441 H.

Ramadhan di Tahun 2020 Masehi, bertepatan dengan 1441 Hijriah ini, sangatlah spesial, bahkan mungkin fenomenal.

Kenapa demikian?. Itu karena kaum muslimin di seluruh dunia memasuki Ramadhan 1441 H ini dalam kepungan badai Covid-19.

Bencana massal non alam ini, mengepung seluruh manusia di planet Bumi, tak kecuali umat Islam yang kini merupakan seperlima penduduk bumi.

Baca juga:

Artinya, dalam setiap 5 orang penghuni bumi, 1 di antaranya beragama Islam.

Orang Islam, orang beriman secara khusus, adalah penghuni Planet Bumi yang diperintahkan oleh Allah SWT Sang Penguasa Langit untuk melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan dan amaliahnya. Sebagaimana dalam perintah Allah SWT dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah, Ayat: 183 yang berbunyi:

” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa. Sebagaimana telah diwajibkan (puasa itu) atas orang-orang sebelum kalian. Agar kalian (mencapai derajat) takwa.”

Ramadhan adalah Syahrul Jihad, bulan jihad.

Ramadhan adalah Syahrul Quwwah, bulan etos.

Ramadhan adalah Syahrusshabri, Bulan Sabar.

Ramadhan adalah Syahruttarbiyah, bulan pendidikan.

Ramadhan adalah Syahrun Mubarak, bulan penuh keberkahan.

Ramadhan adalah Syahrul Muwasa’ah, bulan kepedulian sosial.

Ramadhan adalah Syahrul Ibadah, Syahrul Quran dan Syahrullahil adziem, dan sedereran panjang julukan untuk bulan mulia yang saat ini tengah kita jalani di tengah kepungan badai Covid-19.

Menurut hemat saya, menurut hemat penulis, sederen sebutan Ramadhan yang menunjukkan The Super Power of Ramadhan. Dan saat ini muslim sedunia sedang menunaikan puasa Ramadhannya. Sejatinya membuat kita memiliki anti bodi lahir dan bathin menghadapi badai Covid-19.

Mengapa demikian?

Al-quran adalah Syifa’ yang berarti obat penyembuh bagi segala penyakit lahir dan bathin, termasuk korona, insya Allah.

Dan bukankah selama berpuasa dan ber-Ramadhan ini kita meningkatkan interaksi dengan Al-Quran?!

Ayo kita meyakini dan menyelami bahwa orang yang dengan Al-Quran, pasti memiliki Anti Bodi yang kuat.

Terlepas dari semua itu.

Sejatinya, kita sebagai Orang Islam. Kita sebagai orang beriman, Tuhan, Rabb, Ilah yang kita sembah baik selama Ramadhan di tengah badai korona atau non korona adalah Rabb yang tidak pernah tidur dan selalu eksis.

Kita adalah Penyembah Allah. Bukan Penyembah Ramadhan. Apalagi hanya penyembah korona yang seukuran Nano.

Masjid boleh sepi secara lahir. Tapi kita bisa ciptakan masjid berjalan hadir di hati kita.

Komentar

Rekomendasi

Menelisik Susu Kurma, Bisnis Menguntungkan Dalam Ramadhan

Nanti Kita Cerita di Akhir Ramadhan

Abdul Rauf Abu, Mata Air Kembar Pejuang NKRI dan Dakwah

Islam dan Budaya Papua

Panti Asuhan Ini Bukan Penerima Sumbangan Justru Mendistribusikan Sumbangan

IAIN Sorong Kampus Dunia Maya

Noer Hasyim Gandi, Pejuang Pendidikan Tanah Papua

Civitas Academica, Frasa yang Sering Menjadi Perdebatan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar