Berjamaah Membantu Jamaah, BKM Al-Hakim Sorong

Berjamaah Membantu Jamaah, BKM Al-Hakim Sorong
Masjid Al-Hakim Kota Sorong (Koleksi Sorong Terkini)

Muhammad Satir, M.Pd.I.
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Banyak sekali manfaat atau keutamaan yang dilakukan secara berjamaah. Diantara keutamaannya adalah sesuatu yang berat menjadi ringan, sesuatu yang sedikit bisa menjadi banyak.

Berjamaah dalam hal ini bukan dalam artian harus berkumpul, tetapi mengumpulkan sesuatu dari jamaah-jamaah sehingga bisa menjadi banyak, yang nantinya kembali ke jamaah.

Mengumpulkan sesuatu di sini bukan hanya dalam bentuk barang, tetapi juga mengumpulkan bacaan atau tadarrus Alquran yang sudah dibagi perjuz kepada jamaah untuk dibaca, lalu terkumpul menjadi satu, sehinnga setiap harinya bisa khatam.

Dalam bulan ramadhan tahun ini (2020) ada musibah atau wabah yang melanda dunia yaitu pandemi Covid-19 atau Virus corona, sementara umat Islam telah memasuki bulan Ramadhan dan disyariatkan untuk menuaikan ibadah puasa.

Baca juga:

Sebuah pertanyaan pernah diajukan kepada seorang Ulama “Mengapa puasa itu disyariatkan? Maka ulama tersebut menjawab, “Puasa disyariatkan supaya yang mampu/berkecukupan bisa ikut merasakan bagaiman rasa lapar itu, sehingga dia akan mengingat mereka yang tengah kepalaran.” (H.R. al-Baihaqi: 3374 dalam Syu`ab al-Imam).

Dari pernyataan ini dapat kita mengambil hikmahnya bahwa orang yang berpuasa hendaknya tidak melupakan mereka yang fakir dan miskin, tidak melupakan mereka yang kena dampak musibah Covid-19, dengan demikian dia akan memberikan zakat, infaq, dan sedeqah.

Memberikan contoh kepada yang lain untuk turut meringankan kondisi kesulitan ekonomi yang dialami, serta mendoakan agar kondisi mereka membaik.

Kegiatan amaliyah ramadhan yang selama ini setiap tahun diprogramkan oleh masing-masing BKM sebagai Panitia Amaliyah Ramadhan banyak yang terhenti karena masjidnya tutup, hampir tidak ada kegiatan lagi.

Karena memang demikian himbauan pemerintah, begitu juga majlis ulama Indonesia, sementara sumber pendapatan masjid berasal dari jamaah, bagaimana bisa membantu mereka yang berdampak.

Bagi masjid yang saldonya masih banyak seyogyanya musibah ini menjadikan momentum untuk segera memanfaatkan saldo yang ada, sehingga infaq dan sadaqah jamaah bisa dapat tersalurkan dengan tepat sasaran, dan pahala sadaqah jariyahnya jama`ah bisa berjalan.

Kegiatan-kegiatan amaliyah yang selama ini dilaksanakan setiap memasuki bulan Ramadhan banyak bentuk dan ragamnya, diantanya batal puasa bersama (dijadwal seluruh jamaah membawa ta`jil); Makan berat bersama setiap hari ahad (dijadwal jamaah yang mempunyai kemampuan lebih).

Begitu pula, tadarrus berjamaah; Tausiyah (ceramah agama) setelah sholat isya (ustaz dari Makassar); Tarwih dan witir berjamaah; Ceramah subuh / kajian shubuh; Tahajjud dan I`tiqaf sepuluh terakhir (imam dari Makassar); dan Pesantren kilat, dll (BKM Al Hakim, 2019).

Dalam hal situasi dan kondisi seperti ini, BKM masjid Al-Hakim melihat bahwa kegiatan atau program amaliyah yang sudah menjadi tradisi atau budaya yang baik, perlu dipertahankan karena masih banyak yang bisa dilakukan tanpa berkumpul, sehingga kegiatan tetap ada yang hidup.

Program/kegiatan amaliyah yang masih dilakukan oleh BKM masjid Al-Hakim, yakni tadarrus alquran berjamaah dan penyediaan takjil yang dimodifikasi dalam bentuk lain.

Pelaksanaan tadarrus selama ini dilaksanakan di masjid secara berjamaah setelah sholat tarwih dan witir, berbaur anak-anak, remaja (putra-putri terpisah) dan orang dewasa setiap malam, sedangkan penyediaan takjil berupa makanan (kue-kue dan gorengan) yang dibawa oleh jamaah yang mendapat giliran/jadwal untuk batal puasa bersama.

Ramadhan kali ini dengan kondisi ada wabah (virus corona), kedua kegiatan ini dimodifikasi dengan model lain. Kegiatan tadarrus misalnya dibuat satu kelompok sebanyak 30 orang dalam WAG, kemudian dibagi per juz kepada setiap jamaah untuk kemudian dibaca di rumah masing-masing.

Dikoordinir oleh seorang admin yang membagi kepada setiap jamaah setiap hari, dan untuk menerima laporan bagi jamaah yang sudah selesai membaca, layaknya seperti kelompok ODOJ (one day one juz).

Al-hamdulillah sampai hari ini berjalan dengan lancar, terbukti antusias laporan yang masuk ke admin, setelah selesai semua dibaca setiap juz yang dibagi ke anggota jamaah, artinya setiap hari jama`ah Al-Hakim bisa khatam, berjamaah membantu jamaah untuk khatam Alqur`an.

Sementara itu, kegiatan lainnya yakni penyediaan takjil berupa makanan (kue-kue) siap santap setiap harinya untuk batal puasa, karena tidak ada batal bersama di masjid.

Maka, rutinitas (budaya) ini masih bisa dilaksanakan dengan diganti membawa sembako berupa: beras, gula pasir, minyak gorong, indomie, teh celup, susu kaleng, yang dibawa setiap hari berdasarkan jadwalnya sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Sehingga oleh takmir masjid dapat membuatnya dalam bentuk paket bantuan dari sembako yang terkumpul itu.

Al-hamdulillah sampai hari ini berjalan dengan lancar, bahkan sudah ada terkumpul 50 paket (setiap paket berisi 5 kg beras, 1 kg gula, 1 ltr minyak goreng, 1 doz teh celup, 1 klg susu, mie instan, 5 bungkus), dan siap dibagi kepada jamaah yang membutuhkan.

Terutama yang kena dampak Covid-19, berjamaah membantu jamaah memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dari sini dapat dilihat bahwa betapa pentingnya berjamaah untuk saling membantu dengan situasi dan kondisi seperti ini, dalam keterbatasan dan kekurangan.

Tidak perlu menunggu menjadi pintar dan lancar mengaji baru ikut tadarrus, tidak perlu menunggu banyak harta baru berbagi, cukup ikut berjamaah membantu jamaah.

Komentar

Rekomendasi

Menelisik Susu Kurma, Bisnis Menguntungkan Dalam Ramadhan

Nanti Kita Cerita di Akhir Ramadhan

Abdul Rauf Abu, Mata Air Kembar Pejuang NKRI dan Dakwah

Islam dan Budaya Papua

Panti Asuhan Ini Bukan Penerima Sumbangan Justru Mendistribusikan Sumbangan

IAIN Sorong Kampus Dunia Maya

Noer Hasyim Gandi, Pejuang Pendidikan Tanah Papua

Civitas Academica, Frasa yang Sering Menjadi Perdebatan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar