IAIN Sorong Kampus Dunia Maya

IAIN Sorong Kampus Dunia Maya
Gedung Administrasi IAIN Sorong (Koleksi Sorong Terkini)

Dr. Muh. Rusdi Rasyid
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Sejak resmi berubah nama, IAIN Sorong tanggal 28 Pebruari 2020 ditandai dengan Keputusan Presiden Nomor 40 tahun 2020 tentang IAIN Sorong. Kampus tersebut belum pernah melakukan kuliah tatap muka antara dosen dengan mahasiswa.

Kuliah hanya dilakukan melalui online sesuai Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020 yang salah satu instruksinya adalah work from home.

Kemudian ditindaklanjuti Rektor IAIN Sorong dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor: B-0443/Sti.16/PS.01/03/2020 tentang Kebijakan STAIN Sorong Mengenai Pencegahan Penyebaran COVID-19 tanggal 16 Maret 2020.

Salah satu inti dari Surat Edaran Rektor IAIN/Ketua STAIN Sorong adalah Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan STAIN Sorong dilaksanakan dengan sistem daring/online.

Semester genap tahun ajaran 2020 mulai dibuka awal bulan Maret, sehingga mahasiswa berkunjung ke kampus hanya untuk mengurus administrasi pembayaran semester atau UKT.

Bahkan bagian akademik IAIN Sorong mengumumkan bahwa mahasiswa sebenarnya tidak perlu ke kampus hanya untuk mengurus pembayaran. Cukup transfer ke Bank dan melaporkan ke bagian bendahara penerimaan.

Mereka bisa melalui telepon atau email untuk melakukan registrasi perkuliahan semester genap.

Sementara itu, dosen IAIN Sorong menggunakan berbagai aplikasi untuk melakukan proses belajar mengajar secara online.

Sebagian mahasiswa menikmati dengan kuliah di dunia maya, mereka tidak perlu repot ke kampus.

Menurut seorang mahasiswi IAIN Sorong yang tidak ingin disebut namanya mengaku senang kuliah secara daring, karena tidak perlu buru-buru setrika baju, tidak butuh dandanan, tidak butuh beli bensin, bahkan tidak perlu mandi untuk mengikuti kuliah online.

Cukup di rumah saja, duduk tenang di depan Hp atau laptop sambil menyimak materi yang disampaikan dosen.

Model kuliah dunia maya ini ternyata tidak menyenangkan bagi mahasiswa yang tidak memiliki laptop, tidak punya hp android, tidak punya pulsa data.

Mereka hanya berharap, kapan kuliah di kampus bukan kuliah di dunia maya. Memang tidak semua mahasiswa memiliki sarana sebagai syarat mengikuti kuliah online.

Bahkan masih ada mahasiswa yang sibuk mencari kerja untuk membayar UKT dan untuk membayar sewa kost.

IAIN Sorong untuk sementara menjadi kampus dunia maya selama wabah Covid-19 masih merajalela di wilayah Indonesia. Boleh jadi kampus dunia maya ini diberlakukan proses belajar mengajar dari satu semester menjadi dua semester, bahkan bisa lebih.

Belum ada kepastian kapan wabah Covid-19 ini berakhir dan pergi jauh dari bumi cendrawasih ini.

Tentu saja sebagian civitas akademika berharap wabah ini segera berakhir.

Di sisi lain, ada juga merasa senang dengan work from home, kuliah online di kampus dunia maya, checklock/absensi secara online, laporan tukin online, rapat secara online.

Memang asyik kuliah di dunia maya, kampus IAIN Sorong kampus kita tercinta.

Masih tersisa pertanyaan, bagaimana tingkat keberhasilan kuliah di dunia maya? Bagaimana jaminan dosen melakukan transformasi keilmuan kepada mahasiswa.

Juga, pertanyaan tentang bagaimana kesiapan penguasaan teknologi dosen menghadapi kampus dunia maya, apakah semua mahasiswa sudah siap dengan dunia maya?

Sederet pertanyaan itu mungkin akan terjawab dengan hasil penelitian para dosen IAIN Sorong ke depan.

Bagaimanapun juga, meskipun kuliah di kampus dunia maya yang memiliki berbagai macam kelebihan, namun civitas akademika IAIN Sorong sudah sangat merindukan berkunjung ke kampus hijau yang asri.

Termasuk, rindu berinteraksi sesama penghuni kampus, rindu aktivitas administrasi, rindu rapat-rapat panitia, rindu senam sehat di hari Jumat, dan mungkin juga rindu dengan barisan apel pagi sore.

Satu lagi yang hampir terlupa, Rektor baru IAIN Sorong yang dilantik 1 April 2020 belum sempat memimpin upacara bendera di kampus hijau. Covid-19 semoga cepat menjauh dari dunia.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kedermawanan di Tengah Badai Covid-19

Soeharto 99 tahun yang Berlalu, Warisan Masa Lalu ke Masa Kini

Sebuah Fenomena, Dermawan Covid-19

Menelisik Susu Kurma, Bisnis Menguntungkan Dalam Ramadhan

Nanti Kita Cerita di Akhir Ramadhan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar