Dekan FTI UMI Makassar, Menyuarakan Penghentian Kuliah Online

Dekan FTI UMI Makassar, Menyuarakan Penghentian Kuliah Online
Tim Relawan FTI UMI di Pangkep (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id Sorong – Dekan Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia, Dr. Ir. Zakir Sabara meminta pelaksanaan kuliah online dihentikan saja.

Pendapat itu disampaikan dalam diskusi Forum Dosen yang dilaksanakan bekerja sama dengan Tribunn Timur, 2 Mei 2020.

Diskusi yang dilaksanakan secara online tersebut diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi di Makassar, juga turut bergabung Prof. Dr. Mustari Mustafa, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok.

Dalam diskusi tersebut disampaikan pendapat Zakir Sabara untuk menghentikan kuliah online yang saat ini terlaksana.

Zakir berkata “”Saya mohon dihentikan Kuliah Online karena itu sangat merugikan mahasiswa kita.”

Dikonfirmasi Sorong Terkini, Zakir menyatakan bahwa saat ini keadaan semakin sulit, 7 Mei 2020.

“Pembelajaran online disamping tidak efektif, juga memerlukan biaya tinggi,” lanjut Zakir.

“Silahkan dihitung, jika setiap matakuliah memerlukan Rp. 50.000. sementara mahasiswa menempuh 10 matakuliah. Ini berarti setiap pekan, mahasiswa memerlukan Rp. 500.000.,” tutur Zakir.

Dengan perhitungan seperti ini, maka pembelajaran online berbiaya tinggi. Belum lagi, sinyal untuk mendapatkan akses internet yang tidak tersedia di semua tempat.

“Di Sulawesi Selatan saja, ada masalah sinyal. Apalagi di tempat lain,” jelas Zakir. “Selain tidak efisien, juga membebani dari segi pembiayaan,” tambah Zakir.

Sebagaimana pengalaman Dekan FTI UMI yang sejak Maret 2020 berkeliling bersama relawan di Sulawesi Selatan. Selalu saja, ada kendala bagi mahasiswa untuk mengikuti kuliah online.

“Harus ada alternatif lain yang lebih murah. Mahasiswa kita saat ini, untuk makan saja mulai susah. Apalagi untuk memenuhi keperluan kuliah online,” tambah Zakir.

Dalam diskusi yang sama, Zakir mengusulkan adanya kebijakan yang radikal untuk memotong pembayaran SPP bagi mahasiswa untuk semester depan.

“Ini akan menjadi cara memudahkan mahasiswa dan sekaligus membantu mereka yang sementara ini dalam kesusahan,” tutup Zakir.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Rektor IAIN Sorong Diundang Sebagai Panel dalam Dialog Nasional Bersama 8 Pimpinan Perguruan Tinggi

Menyambut MTQ Tingkat Provinsi Secara Virtual, LPTQ Provinsi Papua Barat Gelar Silaturahmi Dengan Se-Papua Barat

PP Muhammadiyah Lantik BPH Universitas Muhammadiyah Sorong, Diantaranya Syaiful Maliki Anggota DPR Papua Barat

Mengenang Sembilan Tahun Wafatnya Allahuyarham Prof. Saifuddin, Ketua STAIN Sorong Pertama

Yayasan Bina Insan Mulia Peradaban, Laksanakan Kembali Ngopi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar