Pascasarjana IAIN Sorong, Ikhtiar untuk Daya Sanding Global

Pascasarjana IAIN Sorong, Ikhtiar untuk Daya Sanding Global
Penerimaan Mahasiswa IAIN Sorong (Koleksi Sorong Terkini)

Dr. Ismail Suardi Wekke
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Sejak alih status kelembagaan STAIN Sorong, tertanggal 28 Februari 2020 mulai menjadi IAIN Sorong. Bersamaan dengan hari ditabalkannya Kota Sorong.

Keberadaan IAIN Sorong menjadi pilar dalam menegakkan NKRI dan juga menjadi instrumen Kementerian Agama RI untuk memperkuat moderasi agama.

Sehingga, memasuki empat belas tahun setelah penegerian dari STAI Al Hikmah menjadi STAIN Sorong, IAIN Sorong menapakkan sebagai institusi perguruan tinggi yang turut dalam perluasan akses Pendidikan tinggi.

Jika selama ini, untuk menyelesaikan Pendidikan magister harus ke Makassar atau kota-kota lainnya dan itu berarti memerlukan biaya dan meninggalkan keluarga.

Sekarang ini, sejak 2015 sudah ada program pascasarjana dengan program studi Pendidikan agama Islam. Dengan demikian, masyarakat yang menempuh Pendidikan magister tidak perlu berpisah dengan keluarga.

Menyelesaikan Pendidikan magister dengan tetap dekat dengan keluarga dan juga biaya yang terjangkau. Biaya-biaya tambahan tidak diperlukan lagi.

Kementerian Agama RI memberi persetujuan untuk penyelenggaraan magister Pendidikan agama Islam dengan distingsi kepemimpinan transformatif.

Pimpinan STAIN Sorong kala itu ketika mengajukan izin ke Kementerian Agama RI memandang bahwa pemimpin dalam skala sekecil apapun perlu menjadi bagian transformasi sekelilingnya.

Termasuk guru agama juga, mereka akan menjadi bagian dalam mendorong daya gerak dan daya dorong masyarakat. Ketika itu dapat diwujudkan, maka masyarakat Papua dengan sendirinya akan memiliki daya sanding dengan masyarakat lainnya.

Dalam dua kesempatan, 2018 dan 2019, pascasarjana IAIN Sorong sudah menamatkan 25 alumni. Ketersebaran alumni-alumni tersebut disamping menaikkan jenjang pendidikan para guru, juga menjadi peluang menambah angka partisipasi kasar Pendidikan di tingkat magister.

Semasa belajar, mahasiswa pascasarjana didorong untuk menulis terkait lembaga-lembaga pendidikan di Tanah Papua. Ini sebuah peluang untuk mempromosikan secara global, lembaga pendidikan yang wujud di tanah Papua untuk menjadi diskursus keilmuan.

Sementara itu, mahasiswa pascasarjana juga memiliki kesempatan untuk mengikuti Student Mobility di peringkat antarbangsa. Pada tahun 2019, 3 mahasiswa dan alumni pascasarjana IAIN Sorong mengikuti Student Mobility ke Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Satu hal lagi, mahasiswa dalam proses pembelajaran diberi kesempatan untuk menuliskan lembaga pendidikan Islam yang selama ini sudah wujud dan berkontribusi bagi masyarakat.

Sejak 2016 di awal penyelenggaraan pascasarjana IAIN Sorong, mahasiswa sudah memublikasikan karya-karya yang sesungguhnya merupakan bagian dalam diskusi di kelas-kelas.

Kesempatan memublikasikan karya-karya tersebut, sesungguhnya adalah bagian dari ikhtiar untuk mengenalkan Tanah Papua dengan khazanah lembaga pendidikan.

Terkadang, Tanah Papua dominan hanya dikenali dengan stigma yang tidak menyenangkan, padahal keseharian masyarakat Papua jauh dai semua stigma itu.

Melalui pascasarjana IAIN Sorong, bersama dengan seluruh komponen masyarakat se Tanah Papua, ada kesempatan untuk bisa bersanding dengan masyarakat antarbangsa, semoga itu bisa terwujud pada saatnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Rektor IAIN Sorong Diundang Sebagai Panel dalam Dialog Nasional Bersama 8 Pimpinan Perguruan Tinggi

Menyambut MTQ Tingkat Provinsi Secara Virtual, LPTQ Provinsi Papua Barat Gelar Silaturahmi Dengan Se-Papua Barat

PP Muhammadiyah Lantik BPH Universitas Muhammadiyah Sorong, Diantaranya Syaiful Maliki Anggota DPR Papua Barat

Mengenang Sembilan Tahun Wafatnya Allahuyarham Prof. Saifuddin, Ketua STAIN Sorong Pertama

Yayasan Bina Insan Mulia Peradaban, Laksanakan Kembali Ngopi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar