Covid-19, Ujian atau Hukuman

Covid-19, Ujian atau Hukuman
Covid-19 (Koleksi Shutterstock)

Syahrul, MA
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Dalam Bahasa Arab, kata bencana bisa diterjemahkan sebagai mushibah atau bala’. Kedua kata tersebut bahkan sudah menjadi Bahasa Indonesia baku, musibah dan bala.

Bencana dalam KBBI berarti segala sesuatu yang menyebabkan/menimbulkan kesusahan, kerugian atau penderitaan, kecelakaan, dan bahaya.

Sebagai negara yang berada tepat di bawah garis khatulistiwa, Indonesia harus selalu siap diterpa kejadian yang tidak mengenakkan, bernama bencana. Posisi Indonesia yang berada tepat di bawah garis khatulistiwa, menjadikan Indonesia sebagai negara yang rawan akan bencana.

Gempa bumi, tanah longsor, kekeringan, tsunami, banjir bandang, kebakaran hutan, dan kejadian naas lainnya, hampir tak pernah absen melanda negeri kita.

Baca juga:

Dalam Islam, bencana dapat diartikan sebagai musibah dan bala. Hal itu bisa dilihat dari sabda Nabi Muhammad Saw. “Aku kagum dengan ketentuan Allah kepada orang beriman. Jika ia diberi kebaikan ia memuji (Allah) dan bersyukur dan jika ditimpa musibah ia memuji (Allah) dan bersabar”

Dalam hadis lain “Jika Allah mencintai suatu kaum, maka mereka akan diuji/ditimpa bala”

Saat ini, kita menghadapi wabah covid-19. Tidak sedikit orang yang mengeluarkan statemen dan penafsiran yang terkadang kurang tepat, membingungkan dan meresahkan masyarakat.

Sebagai orang Islam kita punya pegangan dan buku pedoman (Alquran) dalam memaknai dan menafsirkan kejadian-kejadian yang kurang mengenakkan.

Dalam memaknai bencana/bala/musibah, Alquran telah menjelaskan secara rinci beberapa abad yang lalu. Setidaknya ada tiga paradigma yang ditawarkan oleh Islam dalam memaknai bencana/musibah/bala yang melanda umat manusia, termasuk covid-19.

Pertama, bencana/musibah/bala merupakan ujian kepada para Nabi dan orang-orang saleh. Sesuai dengan Sabda Nabi Saw “Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal dengan mereka”.

Kedua, bencana/musibah/bala menjadi teguran bagi orang beriman yang melakukan maksiat, kesalahan dan dosa agar mereka kembali ke jalan yang benar. Sebagaimana yang disebutkan dalam Surah Asy-Syuura Ayat 30. “Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Begitu pula dalam surah Ar-Ruum ayat 41, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Ketiga, bencana/musibah/bala merupakan azab bagi orang-orang kafir dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman. Sesuai dengan sabda Nabi Saw tentang ta’un (penyakit berbahaya) Ketika ditanya oleh istrinya, Aisyah.

“Aisyah Bertanya tentang Ta’un, Lalu Nabi Saw Menjawab bahwa itu adalah Azab yang diturunkan oleh Allah kepada manusia yang dikehendaki dan menjadi rahmat bagi orang-orang beriman.”

Semoga Covid-19 bukanlah azab bagi kita semua, tapi menjadi ujian atau mungkin teguran atau bahkan menjadi rahmat bagi kita semua. Amin….

Komentar

Rekomendasi

Akhir Ramadhan dalam Perjuangan dan Solidaritas, Melewati Wabah Covid-19

Patologi Sosial Dalam Pandemi

Bahaya Lain Covid-19

Covid-19, Pandangan dari Kaca Mata Antropologi

Virus Corona Pasti Berlalu

Stres Masyarakat Dalam menghadapi Covid-19

Covid-19 dalam Musibah, Ujian atau Rahmat, Pandangan Alquran

Covid-19, Uraian Terma Alquran tentang al Bala

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar