Abdul Rauf Abu, Mata Air Kembar Pejuang NKRI dan Dakwah

Abdul Rauf Abu, Mata Air Kembar Pejuang NKRI dan Dakwah
Batu Nisan Makam Rauf Abu (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Semasa hidup dan aktif berjuang di Sorong Irian Jaya melalui Yayasan Al-Amin dan juga turut sebagai kader Muhammadiyah, akrab disapa Aji Toa.

Sebutan penghormatan untuk Rauf Abu Daeng Paci’da. Putra Maros, Kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan.

Anak ketiga dari 8 bersaudara pasangan suami istri Abu Siddiq dan Maidah.

Meski kemudian setelah Maidah wafat, Abu Siddiq menikah lagi dengan seorang Wanita asal Takalar Makassar bernama Ca’di.

Rauf Abu berguru ke Puang Lallo, juga beberapa tokoh spritual Sulawesi Selatan seperti K.H. Fathul Muin Daeng Ma’ gading, K.H. Marzuki Hasan, hingga K.H. Abdul Djabbar Ashiri.

Baca juga:

Salah satu murid langsung K.H.Abdul Djabbar Ashiri yang kini menjadi Kiyai Pondok di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, K.H. Arsyad, saat Ditemui penulis menuturkan mengenal baik H. Abdul Rauf Abu.

Mengenal tempat tinggal beliau di Jalan Pongtiku Makassar.

Begitu juga dituturkan Ustadzah H. Khaeriyah Djabbar Ashiri, istri dari K.H. Abdul Djalil Tahir, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Aman Muhammadiyah, Gombara.

Saat Ustadzah Khaeriyah mengisi Baitul Arqam Aisyiah se Papua Barat di Aula Haji Abdul Rauf Abu, Kompleks Masjid Al-Amin, Sorong.

Ustadzah H. Khaeriyah Djabbar Arshiri menuturkan mengenal baik pribadi H. Abdul Rauf Abu, istri, keluarga, karakter dan visi perjuangannya.

Khaeriyah mengakui bahwa H. Abdul Rauf Abu adalah kader senior Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang diutus untuk membawa misi Islam dan Misi Muhammadiyah di Papua umumnya, Sorong,
Papua Barat Khususnya.

Hal tersebut dibenarkan H. Firdaus Abu Siddik, Adik Bungsu dari H. Abdul Rauf Abu.

Menurutnya, H. Abdul Rauf Abu, meskipun sangat dominan sebagai idiolog, motivator, sekaligus donatur Muhammadiyah Papua umumnya, Sorong khususnya.

Namun Rauf Abu tidak pernah muncul sebagai pemuncak di struktur Pimpinan Muhammadiyah secara formal.

Firdaus Abu menuturkan bahwa tipikal kakak kandungnya tersebut memang lebih suka berada di balik layar.

Adapun alam dunia bisnis, beliau menjalankan usaha bernama CV Cahaya Rahmat.

CV . Cahaya Rahmat tercatat terlibat dalam pembagunan Rumah Sakit Umum Pemerintah di Kabupaten Sorong yang terletak di Jalan Tembok Berlin, Sorong.

Beliau juga tercatat memiliki beberapa armada kapal laut kayu berbobot 40 hingga 70 ton, salah satu di antaranya bernama K.M. Intan Raya.

Atok Dayat, Mantan Pegawai Pekerjaan Umum Kabupaten Sorong menuturkan bahwa dakwah bil hal Yayasan Al-Amin dengan turut membangun Masjid Al-Amin dengan kebersamaan komponen masyarakat dan juga kehadiran Rauf Abu.

Selain mengelola Toko Bahan Bangunan yang terletak di lokasi pasar pertama Sorong, sebelum terbakar, yaitu Samping Polresta Sorong. H. Abdul Rauf Abu, juga Dahlan Abu saudaranya menggerakkan ekonomi masyarakat melalui budidaya kelapa sebagai bahan baku kopra, juga teripang.

Lokasi kebun kelapa terdapat di Pulau Sop Sorong, sedang budidaya taripang berlokasi di Misool Raja Ampat.

Dari beberapa ikon usaha inilah, H. Abdul Rauf Abu melebarkan visi dakwahnya melalui Yayasan Al-Amin, juga turut bersama-sama dengan warga Muhammadiyah di Sorong melalui persyarikatan Muhammadiyah. Termasuk pelibatan, keluarga, kolega dan muhsinun lain.

Bagi seperjuangan dengan allahuyarham, pengalaman H. Abdul Rauf Abu sebagai wirausaha dan juga dai menjadi bagian yang mendorong kebersamaan.

H. Said Rajaning, Anak Mantu dari Al-Marhum H. Ghaffar menuturkan bahwa pembangunan Panti Putri Al-Amin yang ada saat ini, bersama dengan alluyarham Rauf Abu. Sementara allahuyarham H. Ghaffar, mertua Said Rajaning sepupu Rauf Abu.

Sedangkan Said Rajaning, sesuai Akta Yayasan Perubahan Kedua, Oktober 1982, terlibat dalam teknik bangunan.

Yayasan Al-Amin yang dipimpin Rauf Abu, menggandeng keluarga dan publik.

Melalui kehadiran Yayasan Al-Amin, melakukan gerakan transformatif dakwah Islam diantaranya melalui Muhammadiyah dan juga institusi umat lainnya.

Kader awal Muhammadiyah Irian Barat turut aktif di Yayasan Al-Amin. Dengan juga tetap menggerakkan Muhammadiyah.

Saudagar yang ada di Kota Sorong, sejak itu sampai kini menjadi tulang bagian dakwah. Allahuyarham, Putra Maros yang menikahi H. Intan sebagai istri pertama, dan H. Kalsum sebagai Istri Kedua.

Dari istri pertama H. Intan, Rauf Abu dikarunia 6 orang putri. Sementara dari istri kedua, H. Kalsum, tidak dikarunia anak.

Rauf Abu meninggal Tahun 2004. Dimakamkan di Pemakaman Panaikang Makassar.

Berpulang dengan mewariskan semangat perjuangan untuk keperluan umat dan juga kepentingan bersama di kota Sorong.

(Muhammad Adnan Firdaus)

Komentar

Rekomendasi

Menelisik Susu Kurma, Bisnis Menguntungkan Dalam Ramadhan

Nanti Kita Cerita di Akhir Ramadhan

Islam dan Budaya Papua

Panti Asuhan Ini Bukan Penerima Sumbangan Justru Mendistribusikan Sumbangan

IAIN Sorong Kampus Dunia Maya

Noer Hasyim Gandi, Pejuang Pendidikan Tanah Papua

Civitas Academica, Frasa yang Sering Menjadi Perdebatan

Edukasi Jiwa, Berawal dalam Kebahagian dan Berakhir dalam Ketabahan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar