Covid-19 dalam Musibah, Ujian atau Rahmat, Pandangan Alquran

Covid-19 dalam Musibah, Ujian atau Rahmat, Pandangan Alquran
Alquran dan Kelengkapan menghadapi Covid-19 (Koleksi www.shutterstock.com)

Dr. H. Surahman Amin
Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Terma Alquran berikutnya, terdapat tiga hal.

Pertama, al-Musibah. Terma ini dengan semua devirasinya digunakan dalam Alquran sebanyak 77 kali yang tersebar pada 56 ayat.

Menurut pakar bahasa Arab Ibn Mandzur al-Anshari dari sisi leksikal al-Musibah berarti ujian yang menimpa manusia, atau semua hal negatif yang datang menimpa manusia.

Sedangkan menurut Muhammad Husain al-Thaba’taba’i, musibah adalah kejadian yang menimpa manusia yang tidak dikehendaki dan bersifat negatif. Musibah bisa berupa penyakit, kehilangan barang, bencana alam dan wabah virus.

Baca juga:

Kalau al-bala’ dalam Alquran menunjuk kepada kebaikan dan keburukan sedangkan musibah dikhususkan penggunannnya pada hal-hal yang tidak menyenangkan (al-Taubah: 50).

Walaupun demikian dalam Qs. Al-Syuura: 30 ditegaskan bahwa dosa dan maksiat yang dilakukan oleh manusia paling tidak merupakan kecerobohan dan ketidak waspadaan.

Olehnya itu Allah masih memberi ruang maaf bagi para pendosa akibat kecerobohan tersebut. Ini artinya di balik musibah masih ada rahmat Allah swt yang diberikan kepada manusia.

Kedua, al-fitnah. Kata ini dengan semua bentuk derivasinya digunakan dalam Alquran sebanyak 60 kali yang tersebar dalam 50 ayat dan 32 surah.

Pemaknaan kata ini berarti “menguji” baik ujian berupa nikmat maupun ujian berupa kesusahan hidup (al-Anbiya:35).

Dari semua ayat yang berkenaan dengan fitnah dapat disimpulkan bahwa manusia dalam kehidupannya tidak lepas dari ujian atau cobaan, baik dengan diri mereka sendiri mauun dengan harta mereka.

Kata fitnah lebih banyak ditekankan pada kesulitan hidup. Inilah yang membedakan dengan al-Bala yang lebih konprehensif. Pada pemaknaan lain dijelaskan bahwa fitnah tidak selalu ujian dalam bentuk nyata di dunia tapi juga merupakan siksaan di akhirat kelak. (Qs. Al-Zariyat: 13-14)

Term ketiga adalah Imtihan. Kata ini hanya di gunakan dalam Alquran sebanyak 2 kali dalam bentuk fiil madhi (Qs. Al-Hujurat: 3 dan Qs. Al-Mumtahanah:10). Secara leksikal bermakna ujian dan cobaan.

Kata Imtahana dalam 2 ayat tersebut bermakna membersihkan atau menguji dengan sungguh-sungguh. Setelah dikaji secara mendalam dapat disimpulkan bahwa imtihan adalah ujian yang bersifat negatif dan menyengsarakan.

Selanjutnya yang ke lima adalah al-Azab. Kata ini dengan semua bentuk akar katanya ditemukan dalam Alquran sebanyak 372 kali. Dari segi bahasa al-Azab berarti siksaan, Istilah Azab identik dengan istilah ‘iqab yang berarti hukuman.

Walaupun terdapat kesamaan antara kedua istilah tersebut, namun ada perbedaan antara keduanya diantaranya iqab dapat berarti Allah menghukum hamba-hambanya yang melakukan dosa dan kemaksiatan. Sedangkan azaab adalah bentuk hukuman itu sendiri.

Demikian uraian tentang tiga terma Alquran. Semoga menjadi pendamping wawasan yang selama ini sudah tersedia.

Komentar

Rekomendasi

Akhir Ramadhan dalam Perjuangan dan Solidaritas, Melewati Wabah Covid-19

Patologi Sosial Dalam Pandemi

Bahaya Lain Covid-19

Covid-19, Pandangan dari Kaca Mata Antropologi

Virus Corona Pasti Berlalu

Stres Masyarakat Dalam menghadapi Covid-19

Covid-19, Uraian Terma Alquran tentang al Bala

Ramadhan dan Tawakkal

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar