Covid-19, Pandangan dari Kaca Mata Antropologi

Covid-19, Pandangan dari Kaca Mata Antropologi
Covid-19 yang Memunculkan Budaya Baru (www.shutterstock.com)

Lalu Nasrulloh
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Dalam kamus Oxford, antropologi adalah studi tentang masyarakat dan budaya manusia dan perkembangannya. Dapat diartikan studi tentang karakteristik biologis dan fisiologis manusia dan evolusinya.

Revolusi maupun evolusi budaya yang terjadi akibat adanya wabah virus corona ini merupakan bagian dari relativitas kebudayaan yang kapan pun bisa berubah, baik itu dipengaruhi oleh faktor pendidikan pelakunya, faktor lingkungan, dan sebagainya.

Relativitas kebudayaan ini menjadi penyebab terjadinya pergeseran kebudayaan di tengah-tengan pandemik virus corona.

Untuk itu, penyederhanaan budaya yang berakibat terhadap pergeseran kebudayaan pada masa pandemic virus corona, menarik untuk dikaji, karena ada kalangan yang merasa diuntungkan da nada juga yang merasa dirugikan.

Kaum Proletar diuntungkan, Kaum Borjuis Cenderung dirugikan

Dengan adanya penyederhanaan budaya, khususnya dalam tradisi pernikahan menjadikan kaum yang tidak berduit (golongan bawah) merasa diuntungkan.

Sedangkan, bagi kalangan borjuis (golongan atas) sedikit merasa dirugikan.

Kalangan proletar akan diuntungkan karena tidak harus memaksakan diri untuk menyelengarakan prosesi pesta (begawe: bahasa Sasak) dengan satu alasan tata terhadap protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah.

Di sisi lain, kaum berjuis, tidak bisa melakukan pesta besar-besaran sebagai wujud syukur dan kalau secara ektrem dikatakan sebagai ajang penojolan kekayaan yang dimiliki.

Relativitas Pengetahuan Masyarakat dalam Memandang Virus Corona

Pengetahuan masyarakat dengan cara memandang wabah virus corona ini relatif. Dikatakan relatif, karena antara si A den si B dalam cara memandang objek yang sama, pasti berbeda. Dan hal ini tidak bisa dipaksakan.

Sehingga, wajar kemudian banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan di masyarakat.

Ada yang memandang wabah virus ini sebagai sesuatu hal yang enteng, tetapi ada juga masyarakat yang benar-benar memahami dampak yang ditumbulkan oleh virus ini.

Akibatnya, mereka yang sadar dan paham, pasti akan mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah.

Selanjutnya, cara pandang masyarakat ini menjadi sebuah unifikasi dari relativitas kebudayaan, karene unsur kebudayaan menurut koentjoroningrat ada 7, salah satunya ialah pendidikan.

Penyederhanaan budaya ini juga menjadi bukti adanya relativitas pandangan para pelaku budaya.

Hanya saja, belum dielaborasi menjadi perubahan budaya secara saklek, yang dihasilkan melalui kesepakatan para pelaku budaya.

Meskipun hanya bersifat sementara, penyederhanaaan budaya selama masa pandemik ini, besar kemungkinan akan menjadi dasar pemikiran kaum intelektual untuk melakukan perubahan budaya.

Karena faktornya bukan sekedar pendidikan, keadaan lingkungan semata melainkan adanya perubahan zaman yang menuntuk pelaku budaya untuk beradaptasi mengikuti perubahan zaman.

Tidak menutup kemungkinan, alternatif-alternatif yang dilakukan oleh masyarakat di bidang pendidikan, agama, budaya, dan ekonomi pada masa pandemik ini menjadi gambaran bahwa dunia sudah menuntut untuk melakukan perubahan.

Zaman tatap muka secara langsung bisa dilakukan dengan cara tatap muka melalui online.

Menikah yang sejak beberapa tahun diterapkan oleh pemerintah, bahwa menikah tidak harus mahal dan mewah, cukup menikah di kantor KUA tanpa harus mengundang banyak orang, apalagi melakukan prosesi pesta dan nyongkolan.

Penyederhanaan-penyederhanaa budaya di atas yang nantinya akan menjadi cikal- bakal perubahan budaya, tidak bisa dielakkan oleh pelaku budaya.

Dengan demikian, diharapkan kepada pelaku budaya yang menganggap diri fanatik dalam memanifestasikan kebudayaan.

Untuk tidak terlalu bersikap berlebihan dalam merespon perubahan demi perubahan dalam wilayah/unsur kebudayaan, karena pada prinsipnya yang hakiki itu perubahan, bukan budaya apalagi pengetahuan.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Akhir Ramadhan dalam Perjuangan dan Solidaritas, Melewati Wabah Covid-19

Patologi Sosial Dalam Pandemi

Bahaya Lain Covid-19

Virus Corona Pasti Berlalu

Stres Masyarakat Dalam menghadapi Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar