Menelisik Susu Kurma, Bisnis Menguntungkan Dalam Ramadhan

Menelisik Susu Kurma, Bisnis Menguntungkan Dalam Ramadhan
Susu Kurma (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh berkah bagi umat Islam. Selain menyediakan ladang pahala yang lebih besar ketimbang bulan lain pada umumnya, bulan ini pun menjanjikan ladang penghasilan yang cukup menjanjikan bagi sebagian orang.

Seperti yang dirasakan Fuad Hasan Al-Asyari, seorang pemuda berusia 23 tahun asal Sorong. Di tengah bulan Ramadhan yang pemuda lain umumnya menghabiskan waktu dengan ngabuburit, dirinya memilih melakukan bisnis susu kurma, Kamis 21 Mei 2020.

“Hal yang pertama kali terlintas dalam benak pikiran yaitu melihat situasi saat ini kita semua berupaya menekan laju perkembangan Covid-19. Selain social distancing, memakai masker, dan cuci tangan,” kata Fuad.

“Kita juga perlu asupan makanan dan minuman yang sehat agar sistem imun tubuh dapat meningkat yang berfungsi melawan berbagai macam penyakit dan virus”, ujar Fuad pada Sorong Terkini saat ditanya kenapa sampai terpikirkan berjualan susu kurma.

Fuad menjelaskan, selain segar dan nikmat ternyata keajaiban dalam kandungan kurma sendiri punya banyak sekali manfaat. Salah satunya adalah dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

Baca juga:

“Dengan mencampurkannya dengan susu murni asli maka khasiatnya bertambah dan untuk itulah saya terpikirkan untuk menjual susu kurma sebagai minuman yang segar dan nikmat, juga sangat berkhasiat untuk tubuh. Seperti melindungi liver dari racun akibat radikal bebas, melindungi dari penyakit jantung, menurunkan stress, dan masih banyak lagi,” tambahnya.

“Tentunya yang pertama mendukung dalam melakukan bisnis ini tentu saja orang tua yang sudah memberikan doa dan dukungan dari awal eksperimen produk ini serta sahabat dan keluarga yang membantu memasarkan,” jelas Fuad.

Dengan berbekal data internet, dirinya belajar dari berbagai macam artikel yang ada di internet, mencoba bereksperimen berulang kali hingga mendapatkan takaran rasa yang pas. Juga dengan modal awal kurang lebih Rp 600 ribu. Hingga bisnis susu kurma ini telah berjalan tiga Minggu selama di bulan Mei ini.

Sedang untuk bahannya sendiri, ia mengatakan memakai susu murni asli dan memakai kurma yang berkualitas langsung dari Arab Saudi. “Kami memakai kurma yang berkualitas dan susu murni asli bukan susu kental manis, tanpa gula, dan tanpa bahan pengawet,” imbuhnya.

Lapak susu kurma ini sendiri biasa dibuka setiap selepas Ashar di depan masjid Raya Sorong. “Sementara di bulan Ramadhan ini selesai Ashar hingga waktu berbuka, kadang bisa lebih cepat tutup tergantung stok yang ada”, katanya.

Dirinya mengatakan sebenarnya khawatir saat berjualan di tengah pandemi seperti pedagang yang lain. Namun melihat banyaknya karyawan yang di PHK bahkan usaha besar hingga kecil terancam bangkrut. Untuk itulah dirinya terpaksa berjualan seperti ini untuk tetap bisa mencari rezeki dan menyambung kehidupan.

“Susu kurma adalah varian untuk sunnah memakan buah kurma saat berbuka dan sahur. Selain itu banyak khasiat yang terkandung di dalam kurma dan susu itu sendiri. Jadi sangat cocok untuk dipadukan dalam sebotol minuman yang sehat dan menyegarkan”, ucap Akmal, salah satu konsumen susu kurma.

Cukup dengan Rp 15 ribu, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan sebotol susu kurma yang siap untuk dikonsumsi. Terdapat juga potongan mulai dari ongkir gratis dan layanan pesan antar.

“Insya Allah setelah bulan Ramadhan ini selama botol, kurma, dan susu kami masih tersedia kami akan terus memproduksinya demi Sorong yang sehat,” tutur Fuad.

Harapan saya semoga bisnis ini berjalan baik, manfaatnya yang ada dalam kandungannya dirasakan masyarakat dan kita semua dapat hidup sehat serta dijauhkan dari berbagai macam penyakit, aamiin ya Allah,” pungkas Fuad.

Menurut pantauan media ini, pengendara jalanan yang berhenti cukup banyak untuk membeli susu kurma. Dengan bervariasi pembelian, mulai dari dua hingga tiga botol per sekali pembeli.

(Yusuf Effendy)

Komentar

Rekomendasi

Nanti Kita Cerita di Akhir Ramadhan

Abdul Rauf Abu, Mata Air Kembar Pejuang NKRI dan Dakwah

Islam dan Budaya Papua

Panti Asuhan Ini Bukan Penerima Sumbangan Justru Mendistribusikan Sumbangan

IAIN Sorong Kampus Dunia Maya

Noer Hasyim Gandi, Pejuang Pendidikan Tanah Papua

Civitas Academica, Frasa yang Sering Menjadi Perdebatan

Edukasi Jiwa, Berawal dalam Kebahagian dan Berakhir dalam Ketabahan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar