Akhir Ramadhan dalam Perjuangan dan Solidaritas, Melewati Wabah Covid-19

Akhir Ramadhan dalam Perjuangan dan Solidaritas, Melewati Wabah Covid-19
Akhir Ramadhan dalam Wabah (www.shutterstock.com)

Dr. Ismail Suardi Wekke
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Kekuatan Indonesia, tidak hanya pada kemampuan tata kelola pemerintahan. Dimana setelah lebih 20 tahun, reformasi menjadi pilihan bersama berbangsa dan bernegara.

“Apa yang dinikmati setelah lebih dua puluh tahun?” bonus paling utama adalah kebebasan bersuara, berserikat, dan juga berkumpul.

Untuk acara keagamaan di zaman orde baru sekalipun, harus mendapatkan persetujuan izin dari lembaga negara.

Sementara saat ini, memaki petinggi negara bahkan bukan masalah. Dengan penggunaan teknologi informasi yang semakin meluas, itu juga terwujud dalam gawai.

Kekuatan Indonesia juga pada solidaritas masyarakat, daya juang, dan juga ketangguhan masyarakat dalam mengarungi masalah, termasuk wabah Covid-19.

Sejak dinyatakan wafatnya kasus Covid-19 pertama pada 2 Maret 2020, masyarakat dalam skala masing-masing melakukan pencegahan dan juga menangkal penyebaran wabah.

Bahkan, tidak saja disitu. Masyarakat juga melakukan ikhtiar untuk membantu lingkungannya dalam merespon dampak Covid-19.

Jika selama ini institusi masjid dengan fungsi utama menjadi tempat ibadah, sekarang ini juga memiliki fungsi lain sebagai penggalang solidaritas masyarakat.

Masjid At Taubah di Malanu, Kota Sorong memanfaatkan kas masjid untuk mendistribusikan bantuan ke masyarakat sekeliling.

Demikian pula, satu masjid di Kampung Bugis, juga di Kota Sorong, mengumpulkan donasi dari jamaah untuk membantu jamaah.

Sebagaimana Masjid Al Hakim, juga memprakarsai gerakan dari jamaah untuk jamaah.

Walaupun masjid digunakan secara terbatas, tetapi aktivitas masjid bersama dengan jamaah berjalan dan bahkan bertambah.

Demikian pula panti asuhan, juga turut menjadi institusi yang tidak lagi hanya mengasuh warga panti.

Tetapi panti asuhan juga turut untuk mendistribusikan bantuan yang diterima untuk warga panti, diteruskan ke warga yang juga membutuhkan.

Terakhir, perguruan tinggi yang selama ini distigmakan sebagai “menara gading”. Suasana wabah membuktikan bahwa perguruan tinggi bersama dengan seluruh komponen bangsa menjadi bagian dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Satgas penaggulangan Covid-19 dibentuk di perguruan tinggi.

Turut dalam pelbagai teknik pencegahan wabah dan juga menanggulangi dampak wabah.

Masing-masing bergerak sesuai dengan kapasitas, dan juga menggerakkan sumber daya yang dimiliki.

Sesungguhnya, inilah yang menjadi khazanah dan boleh jadi adalah kekayaan Indonesia.

Bukan lagi menumpukan pada percakapan kekayaan sumber daya alam.

Tidak lagi hanya itu, kekayaan manusia yang tangguh dan daya juang yang memungkinkan bangsa ini tetap bersanding dengan bangsa lain.

Selamat idul fitri.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Mengenang Sembilan Tahun Wafatnya Allahuyarham Prof. Saifuddin, Ketua STAIN Sorong Pertama

Forum Dosen Indonesia Papua Barat Laksanakan Dialog Pendidikan Bersama Prof Hafid Abbas

Adakan Ngopi Online Perdana, Yayasan Malanu Peradaban Diperkenalkan

Pascasarjana IAIN Sorong Sertakan Dua Pemakalah Pada Panel Ilmuwan Muda ICEE 2020

Patologi Sosial Dalam Pandemi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar