Pascasarjana IAIN Sorong Sertakan Dua Pemakalah Pada Panel Ilmuwan Muda ICEE 2020

Pascasarjana IAIN Sorong Sertakan Dua Pemakalah Pada Panel Ilmuwan Muda ICEE 2020
Mahasiswa Pascasarjana IAIN Sorong Mempresentasikan Makalah (Koleksi Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Pascasarjana IAIN Sorong mengirimkan dua pemakalah pada Panel Ilmuwan Muda, International Colloquium on Environmental Education (ICEE) 2020 yang dilaksanakan tanggal 4 – 6 Juni 2020 di Makassar.

Sesuai dengan konsentrasi jurusan yang ada di Pascasarjana IAIN Sorong, dua panelis ini emmpresentasikan makalah terkait perkembangan pendidikan islam di Kota Sorong.

Panelis pertama, Ngesti Wihayuningtyas,M.Pd., mempresentasikan artikel berjudul “The Emeyodere Foundation: Education, Culture, dan Interfaith Tolerance” tampil pada kesempatan perdana bersama beberapa panelis dari Tsinghua University (China), UI, dan IPB.

Sedangkan Muh. Adnan Firdaus, S.Ag.,M.Pd. berkolaborasi dengan Dr. Rusdi Rasyid, menyampaikan artikel berjudul “Penerapan Multiple Inteligent untuk Menuju Sekolah Unggul; Studi Kasus Pada SDIT Al Izzah Sorong” tampil sebagai pamungkas kegiatan ICEE 2020.

Acara yang diprakarsai oleh SEEAM, STIE AMKOP Makassar, Masika ICMI, Universtias Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan IAIN Parepare diikuti 10 negara yakni Malaysia, Iraq, Brazil, India, Taiwan, China Belgia, Amerika Serikat, Thailand, dan Indonesia yang hadir sebagai keynote speaker dan panelis.

Ngesti menyampaikan bahwa ageda colloquium kali ini terhitung sukses. Selain menghadirkan narasumber yang konsen terhadap permasalahan terkini, terkhusus dampak Covid 19 pada semua aspek, juga agenda ICEE 2020 ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari seluruh Indonesia.

“Sukses sekali! Panitia mampu menghadirkan pembicara ahli yang membahas dampak Covid 19 di semua aspek. Pesertanya pun ada sekitar 300 lebih. Ini prestasi, meskipun colloquium dilakukan secara daring,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Abd Karim mengemukakan bahwa kegiatan-kegiatan ilmiah tidak boleh berhenti meski di tengah pandemic. Hal tersebut sebagai sebuah kebutuhan akademis bagi akademisi di semua situasi.

“Setelah wabah ini berlalu, tidak boleh berhenti sampai disini. Esensi sebuah seminar adalah pertukaran gagasan, komunikasi ilmiah dan publikasi. Ketika pandemic berlalu 3 hal tersebut tetap harus berjalan entah dengan cara offside ataupun onside, itu menjadi kebutuhan di perguruan tinggi,” papar Scientific Committee saat diwawancarai Sorong Terkini.

IAIN Sorong akan kembali menyiapkan akademisi dan peneliti muda untuk bisa bergabung pada ICEE 2021 mendatang.

“Insyaallah IAIN Sorong, siap kembali bergabung pada ICEE 2021 ataupun agenda sejenis untuk ke depannya,” pungkas Ngesti.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

HUT ke-21 Ikaswara Digelar Sesuai Protokol Covid-19

IAIN Sorong Selenggarakan Seminar Nasional Rangkaian Perkuliahan Pascasarjana

Peduli pendidikan Papua Barat, Syaiful Maliki Arief Kunjungi SMU Muhammadiyah Sorong

HMI Badko Sulselbar Selenggarakan Panel Alumni HMI Lulusan Luar Negeri, Disertai Kader Papua Barat

Dua Makalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN Sorong Dipresentasikan Dalam ICEE 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar