Peduli pendidikan Papua Barat, Syaiful Maliki Arief Kunjungi SMU Muhammadiyah Sorong

Peduli pendidikan Papua Barat, Syaiful Maliki Arief Kunjungi SMU Muhammadiyah Sorong
Kunjungan Kerja ke SMU Muhammadiyah Sorong (Sorong Terkini)

Terkini.id, Sorong – Ditengah-tengah kegiatan reses masa persidangan 2, anggota DPR Provinsi Papua Barat dari PKS H. Syaiful Maliki Arief, S.Hut., M.Si., kunjungi SMU Muhammadiyah Kota Sorong, Selasa, 30 Juni 2020.

Kunjungannya kali ini diterima secara langsung oleh Kepala SMU Muhammadiyah, Dra.Nurfin Moha, serta pengawas pendidikan Dinas Pendidikan Kota Sorong, Drs. Moh Sanmas.

Pada kesempatan yang sama, Syaiful juga menyerahkan bantuan dana hibah dari APBD Provinsi Papua Barat yang diperuntukkan guna menyelesaikan pembangunan gedung baru SMU Muhammadiyah Kota Sorong

Tidak sekedar kunjungan, Syaiful juga melihat kesiapan SMU Muhammadiyah dalam mempersiapkan proses belajar mengajar tahun ajaran baru menuju new normal. Persiapan dari sisi fisik maupun rencana proses pembelajaran di masa pandemic covid.

Syaiful juga berharap pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat dapat turun tangan membantu kesiapan sekolah dalam menghadapi tahun ajaran baru. Terutama mempersipkan proses belajar di era new normal.

“Pemerintah provinsi harus turun tangan dengan membuat peraturan yang rinci mengenai proses pembelajaran tahun ajaran baru besok. Sehingga sekolah tidak membuat kebijakan yang kontraproduktif dengan arahan menteri Pendidikan,” ujarnya.

Fakta bahwa sebagian besar kabupaten dan kota di provinsi Papua barat ini masuk daerah merah, harus jadi pertimbangan utama bagi Dinas Pendidikan Provinsi, Kota dan Kabupaten.

“Menurut menteri pendidikan Nadiem Makarim bahwa sekolah yang boleh mengadakan proses belajar mengajar pada bulan Juli ini adalah sekolah yg berada di zona hijau. Sedangkan, Provinsi Papua Barat masuk di daerah zona merah. Fakta ini harus jadi pertimbangan kebijakan yang dikeluarkan nantinya,” lanjut Syaiful.

Pembelajaran via daring yang selama ini jadi alternatif juga memiliki kendala yang cukup krusial. Masalah yang muncul biasanya siswa yang gagap teknologi, tidak mampu membeli paket data, atau guru yang belum memiliki kemampuan mengajar secara online.

“Oleh sebab itu pemerinta harus hadir membantu mengadakan pelatihan bagi guru, menyiapkan perangkatnya sampai dengan mensubsidi paket data untuk dipakai murid-murid yang tidak mampu melakukan belajar online,” pungkasnya. [Ay]

Konten Bersponsor

Berita lainnya

HUT ke-21 Ikaswara Digelar Sesuai Protokol Covid-19

IAIN Sorong Selenggarakan Seminar Nasional Rangkaian Perkuliahan Pascasarjana

HMI Badko Sulselbar Selenggarakan Panel Alumni HMI Lulusan Luar Negeri, Disertai Kader Papua Barat

Pascasarjana IAIN Sorong Sertakan Dua Pemakalah Pada Panel Ilmuwan Muda ICEE 2020

Dua Makalah Mahasiswa Pascasarjana IAIN Sorong Dipresentasikan Dalam ICEE 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar