Kedermawanan di Tengah Badai Covid-19

Kedermawanan di Tengah Badai Covid-19
Saling Memberi (Koleksi www.shutterstock.com)

Ashari, M.Psi.
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Terkini.id, Sorong – Dermawan dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah: Baik kepada sesama manusia atau mereka yang suka besedekah , hal tersebut merupakan perilaku sosial sebagai bentuk manifestasi sikap baik untuk menolong orang lain yang membutuhkan.

Kedermawanan tidak hanya ditunjukkan oleh mereka yang mampu secara ekonomi, tetapi mereka yang kekurangan pun dapat membantu dengan jasa atau kemampuan lain yang dapat meringankan beban orang lain.

Dalam psikologi sosial Kedermawanan memiliki koherensi dengan istilah altruism atau perilaku altruistik, istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Francis Aguste Comte (1798-1857).

Istilah ini telah memiliki sejarah yang panjang, Comte mendefinisikan altruism: “is the doctrine which holds that man must live for others and place others above self”.

Atau dalam konsepsi singkatnya “living for others”. Laura A. King (2010) mengatakan bahwa ketertarikan tampa pamrih dalam menolong orang lain adalah altruism .

Perilaku altruistik dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: pertama, Suasana Hati (mood)

Emosi positif dapat meningkatkan potensi perilaku altruistik, kecenderungan kita untuk menolong dalam suasana hati yang sedang bahagia lebih besar dibanding pada saat sedih.

Hal ini tidak berarti ketika dalam suasana sedih kita tidak bisa menolong orang lain (altruistik), beberapa pendapat menemukan bahwa kita dapat mengubah kesedihan menjadi kebahagian ketika kita menolong atau membantu orang lain.

Kedua, Pola asuh. Kondisi dalam keluarga sangat menentukan kepribadian seseorang di masa perkembangannya dalam hidup, riset membuktikan bahwa pola asuh orang tua yang demokratis secara signifikan memperbesar potensi seorang anak menjadi penolong (Sarwono & Minarno).

Ketiga, Atribusi. Dalam definisi yang sederhana atribusi merupakan bagaimana seseorang mempersepsikan latarbelakang dari situasi yang orang lain alami, seseorang akan terdorong menolong orang lain jika keadaan yang menimpah orang tersebut diluar kendalinya (bencana), Hal ini termasuk atribusi eksternal.

Keempat, Jenis kelamin. Dalam sebuah riset menemukan bahwa laki-laki lebih cenderung berperilaku altruistik ketika melihat orang lain dalam keadaan darurat yang membahayakan, sedangkan perempuan cenderung terlibat altruistik Pada situasi pemberian dukungan emosi, merawat dan mengasuh.

Selain dari keempat faktor tersebut masih banyak faktor lain yang mempengaruhi perilaku altruistik seperti empati, kondisi lingkungan, tempat tinggal, sifat dan waktu.

Setiap orang memiliki alasan masing-masing dalam melakukan tindakan menolong atau membantu orang lain, perilaku Dermawan maupun altruistik tentu memiliki benefit bagi pelakunya. (Bersambung)

Artikel yang berkaitan dalam dalam judul “Sebuah Fenomena, Dermawan Covid-19”: https://sorong.terkini.id/2020/05/30/sebuah-fenomena-dermawan-covid-19/

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Soeharto 99 tahun yang Berlalu, Warisan Masa Lalu ke Masa Kini

Sebuah Fenomena, Dermawan Covid-19

Menelisik Susu Kurma, Bisnis Menguntungkan Dalam Ramadhan

Nanti Kita Cerita di Akhir Ramadhan

Abdul Rauf Abu, Mata Air Kembar Pejuang NKRI dan Dakwah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar