Muhammadiyah Papua, Dari Timur Turut Membangun Negeri dalam Usia 108 Tahun

Muhammadiyah Papua, Dari Timur Turut Membangun Negeri dalam Usia 108 Tahun
Muhammadiyah Papua, Dari Timur Turut Membangun Negeri dalam Usia 108 Tahun

Terkini.id, Sorong – Setidaknya, di Papua Barat,  ada tiga perguruan tinggi yang dikelola oleh persyarikatan Muhammadiyah. Satu lagi,  Institut Teknologi dan bisnis Muhammadiyah Bintuni,  sementara dalam proses perizinan.

Ini menjadi satu  partisipasi masyarakat melalui Muhammadiyah dalam pembangunan pendidikan.  bahkan Universitas Muhammadiyah Sorong,  dimulai dari Yayasan Al-amin dengan prakarsa keluarga Rauf Abu yang merupakan kader Muhammadiyah.

Selanjutnya diserahkan ke persyarikatan Muhammadiyah untuk pengelolaan beserta seluruh aset yang sudah dimiliki.  perguruan tinggi yang kedua,  berawal dari STKIP Muhammadiyah. Kemudian bertransformasi menjadi universitas pendidikan Muhammadiyah Sorong.  dikenal dengan nama Unimuda.

Unimuda Sorong merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik. Tidak saja di Papua Barat tetapi juga di Papua,  Maluku dan Maluku Utara.  termasuk mendapatkan kepercayaan untuk pengelolaan kemampuan guru dan kepala sekolah di Sumatera Utara.

Kiprah unimuda hari ini,  sudah menjangkau nasional.  begitupula peran-peran regional di Asia Tenggara juga telah dilakoni.  Juga menerima mahasiswa asing dari Kambodia.  termasuk mengupayakan konferensi internasional dalam dua tahun terakhir.

Menarik untuk Anda:

Begitu pula dengan peran-peran kemanusiaan,  membangun panti asuhan,  sampai pada kapal kemanusiaan yang fokus untuk pengobatan di pulau-pulau yang tersebar di Papua Barat.  prakarsa kapal kemanusiaan ini kemudian diteruskan menjadi proyek nasional pimpinan pusat Muhammadiyah yang diresmikan melalui sidang tanwir di Ambon.

Prakarsa Muhammadiyah Papua Barat,  tidak lagi terbatas untuk Tanah Papua tetapi sudah melampaui batas geografis dua provinsi, Papua dan Papua Barat.

Memasuki kurun waktu 108 tahun,  sejak pendirian Muhammadiyah di kota Yogyakarta,  sekarang ini telah mencapai kampung dan juga pelosok tanah Papua.  Termasuk kampung arar yang menjadi di daerah binaan Unimuda Sorong.

Sebelum ini, anak muda di kampung Arar, jika memerlukan pendidikan sekolah menengah harus menyeberangi pulau.  Bahkan tinggal terpisah jauh dari keluarga.  Sekarang,  kondisi itu tidak perlu terjadi lagi.

Unimuda Sorong telah membangun sekolah menengah yang sepenuhnya dapat diakses oleh masyarakat kampung Arar.  Mereka juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang tidak jauh dari kampung mereka.

Satu lagi proyek kemanusiaan yang dijalankan oleh Unimuda Sorong.  Kampung Warmon,  kerap disebut dengan Kauman di Papua.  Masyarakat Warmon mendapatkan akses pendidikan dasar dengan dibangunnya sekolah dasar yang juga merupakan prakarsa Unimuda Sorong.

Tiga fokus yaitu pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan yang menjadi gerakan sosial Muhammadiyah, juga turut mewarnai gerakan Muhammadiyah Papua.

Termasuk di masa pandemi, Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan layanan kesehatan yang lain bersama-sama untuk menanggulangi wabah. Sebagai bentuk pencegahan, setiap hari para relawan turun untuk menyemprotkan disinfektan  di tempat-tempat yang menjadi pelayanan umum.

Begitu pula dengan penanganan dampak pandemi dengan program pembagian bahan makanan, untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ketika merebaknya wabah. Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC), berupaya melakukan mitigasi bencana  dengan menggerakkan seluruh potensi masyarakat.

Adapun jurusan farmasi Unimuda Sorong memproduksi cairan hand zanitiser yang dibagikan secara gratis untuk masyarakat Aimas. 

108 tahun jika itu umur manusia,  itu sudah melampaui angka harapan hidup orang Indonesia.  namun dengan usia  persyarikatan Muhammadiyah, justru menjadi proses untuk mematangkan gerak organisasi. Di luar negeri, sudah terbentuk 121 komunitas yang dinamakan dengan pengurus cabang istimewa.

Muktamar yang sedianya dilaksanakan tahun ini,  diputuskan untuk ditunda dengan misi  syiar Islam. Disamping untuk kemaslahatan dan keselamatan penyelenggara dan peserta. Sekaligus merupakan konsolidasi organisasi.

Keberadaan Muhammadiyah di Papua, tidak saja untuk umat Islam. Tetapi juga menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan. Termasuk fasilitas pendidikan yang diakses oleh nonmuslim sekalipun.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Mencari Solusi Polemik dalam Tubuh IMM Papua Barat, Jenro: Segera Laksanakan Musyawarah Luar Biasa

Baca ini! 4 Skill Jitu Menjadi Mahasiswa Trendsetter Abad 21

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar