Dahsyat! Jelang Peringatan 1 Tahun Perpres Alih Status, Pascasarjana IAIN Sorong Promosi 8 Magister Baru

Terkini.id, Sorong. Delapan mahasiswa Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri/IAIN Sorong hari ini, Jumat, 26 Februari 2021, secara resmi menyandang gelar akademik magister pendidikan (M.Pd.).

Pelaksanaan kegiatan Yudisium & Promosi Magister Pascasarjana tersebut dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di Gedung Fakultas Tarbiyah juga dilangsungkan secara daring by zoom meeting agar dapat diikuti oleh kalangan luar.

Kegiatan tersebut dihadiri sebagian besar oleh para pejabat, dosen, mahasiswa pascasarjana IAIN Sorong beserta tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Selamat! Rektor IAIN Sorong Terima 2 Penghargaan dari KPPN Sorong

Perasaan haru campur bahagia nampak terlihat di wajah para promovendus yang disahkan beberapa jam lalu. Betapa tidak! Perjuangan meraih gelar tersebut dilalui tahap demi tahap tentu dipenuhi suka maupun duka.

Hal yang patut disyukuri adalah kegiatan yudisium dan promosi magister hari ini menjelang dua hari keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 yang diterbitkan pada tanggal 28 Februari 2020 tahun lalu sebagai tanda STAIN Sorong alih status menjadi IAIN Sorong. Tentunya hal tersebut menjadi suatu capaian yang luar biasa dan kebanggaan di internal keluarga besar IAIN Sorong bilkhusus lingkup Pascasarjana.

Baca Juga: Optimalisasi Perkuliahan Semester Genap, Fakultas Syariah dan Dakwah IAIN Sorong...

Kedelapan mahasiswa yang diyudisium dan dipromosikan hari ini yaitu H.Manut Pratikno, Lestari, Ika Wulandari, Mawardi Wugaje, Heru Sujaryanto, Agus Salim, Bayu Harianto dan Uswatun Hasanah sehingga dengan pelaksanaan yudisium dan promosi magister hari ini maka total alumni Pascasarjana IAIN Sorong semenjak didirikan berjumlah 35 orang.

Rektor IAIN Sorong, Dr. Hamzah, M.Ag. dalam pesan-pesan akademiknya kepada para promovendus menyampaikan bahwa “orang yang paling pertama dihubungi atau ditemui setelah kegiatan promosi ini adalah orang tua atau keluarga, sebab orang tua atau keluargalah yang senantiasa memotivasi dan mendoakan agar kita segera menyelesaikan studi magister.” Tuturnya.

Rektor IAIN Sorong, Dr. Hamzah, M.Ag. sedang menyampaikan pesan-pesan akademik

Tidak lupa juga beliau menyampaikan bahwa “perlu adanya kemampuan untuk mensinergikan antara rasionalitas dan spritualitas bagi para magister yang telah mempelajari ilmu kepemimpinan transformatif agar terhindar dari kekosongan spritual dan lebih menggunakan pendekatan-pendekatan sufistik sebagaimana maksud dari pesan-pesan terkandung dalam Q.S. An-Nahl:125.” Tambahnya.

Baca Juga: Optimalisasi Perkuliahan Semester Genap, Fakultas Syariah dan Dakwah IAIN Sorong...

Sementara itu, Dr. H. Surahman Amin, Lc., MA. selaku Plt. Direktur Pascasarjana IAIN Sorong dalam sambutannya menegaskan secara teknis tanpa mengurangi kesakralan kegiatan yudisium dan promosi bahwa “ke depan Pascasarjana IAIN Sorong akan lebih ditertibkan lagi terutama pelaksanaan ujian komprehensif yakni harus diadakan jauh hari sebelum kegiatan yudisium dan promosi.” Tegasnya.

Plt. Direktur Pascasarjana IAIN Sorong, H. Surahman Amin, Lc., MA. memberikan sambutan pada kegiatan yudisium dan promosi magister (26/02/2021)

“Selanjutnya, ke depan Pascasarjana IAIN Sorong akan mewajibkan pula ujian kualifikasi. Ujian kualifikasi ini sangat penting karena  sangat membantu dalam mencetak kader-kader handal atau dalam bahasa pak Rektor adalah konsultan muda.” Tambahnya.

Selaku Plt. Direktur mengapresiasi dan memberikan pujian sebesar-besarnya kepada para mahasiswa yang telah diyudisium dan dipromosikan hari ini, terlebih lagi kepada salah satu mahasiswa tertua yaitu H. Manut Pratikno di usianya 70 tahunan tersebut mampu menyelesaikan tesisnya dengan baik dan tergolong cepat di usia yang tidak muda lagi yakni lama studi 3 tahun, 7 bulan dan 22 hari dengan IPK 3.65 (sangat memuaskan).

Di samping itu pula, tesis-tesis yang diangkat oleh kedelapan mahasiswa tersebut sebagian besar bermuatan ke-Papuaan sehingga selaras dengan landasan filosofis IAIN Sorong yang bersifat epistemologis yakni kearifan lokal dengan batang dirasah islamiyah dan kepemimpinan transformatif Islam sebagaimana yang tersketsa pada gambar “Pohon Pinang” sebagai metaforis keilmuan IAIN Sorong. (*)

Bagikan