Terkini.id, Sorong – Forum Dosen Indonesia DPD Papua Barat bersama IAIN Sorong mengadakan diskusi 31 tahun Pendidikan Tinggi Islam Sorong. Sekaligus juga memeringati setahun IAIN Sorong, Selasa, 2 Maret 2021.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IAIN Sorong, Dr. Hamzah, M.Ag., menyampaikan sambutan pembuka diskusi. Dengan dipandu moderator, Dr. Ismail Suardi Wekke. Dosen IAIN Sorong yang juga Ketua Umum FDI DPD Papua Barat.
Diskusi juga bergabung Ir. H. Salim Masoed. Ketua pertama STID Al Hikmah, 1990-1994. Setelah memimpin selama empat tahun, akhirnya Pak Salim harus berpindah ke Ambon. “Harus meninggalkan Sorong, dengan adanya penugasan di Ambon,” kata Ir. H. Salim.
Sebelum itu, Pak Salim merupakan kepala sekolah SUPM Sorong. Penugasan di Sorong, pada akhir pekan digunakan untuk berdakwah. “Ada saudara-saudara muslim tidak saja trasnmigrasi ke Papua, tetapi juga dalam keimanan juga terjadi transmigrasi. Sehingga diperlukan usaha dakwah,” tutur Pak Salim.
Wilayah-wilayah Makbusun, menjadi target dakwah. Setiap akhir pekan, tim dakwah yang berasal dari wilayah Sorong Pusat, yang saat ini merupakan wilayah Kota Sorong.
Semasa itu, Makbusun masih belum tersedia jalan yang beraspal. Sehingga dalam perjalanan juga harus disiapkan tali kapal. Jika mobil terperosok, maka harus ditarik bersama-sama oleh warga.
Tim dai kembali ke Sorong Pusat, dinihari. Kegiatan dakwah ini kemudian mendorong wujudnya Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dengan prodi Komunikasi Penyiaran Islam dan satu lagi, Bimbingan Penyuluhan Islam.
Ketika harus meninggalkan Sorong, kepemimpinan selanjutnya diserahkan ke KH. Uso. Dimana pada masa itu trasnformasi kelembagaan menjadi STAI Al Hikmah yang juga membuka program studi Pendidikan Agama Islam.










