DIS Papua Barat Selenggarakan Workshop Tata Kelola Jurnal

DIS Papua Barat Selenggarakan Workshop Tata Kelola Jurnal
DIS Papua Barat Selenggarakan Workshop Tata Kelola Jurnal

Terkini.id, Sorong – Sebagai tindak lanjut pelaksanaan PEKERTI yang diselenggarakan Maret 2021 lalu, STIE Enam Enam Kendari Bersama STAI DDI Kota Makassar dan Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta Papua Barat, dilaksanakan tindak lanjut bagi peserta, dengan workshop tata kelola jurnal.

Dengan menghadirkan managing editor Hasanuddin Law Review (HARLEV), Ahsan Yunus, Rabu, 14 April 2021.

Kegiatan tindak lanjut dilaksanakan usai pekerti, sebagai sarana komunikasi. Juga sekaligus penguatan materi-materi yang sudah diselesaikan semasa PEKERTI.

“Menerbitkan jurnal memerlukan tantangan tersendiri, dimana diperlukan komitmen dan juga dukungan pimpinan,” tutur Ahsan mengawali workshop.

Ahsan menuturkan bahwa jurnal merupakan kerja-kerja tim. Pengelolaan jurnal merupakan tantangan untuk mengelola tim.

Menarik untuk Anda:

“Biasanya pengelola jurnal hanya dicari pada dua kesempatan, semasa kenaikan pangkat dan pelaporan dana penelitian,” kata Ahsan.

Untuk itu, Ahsan menyampaikan bahwa mengelola jurnal diperlukan ketangguhan editor in chief. Sehingga hanya menerima artikel yang sesuai dengan standar penerbitan. Bukan sebaliknya, kepentingan sesaat saja.

“Soal pewarnaan dan juga artistik lainnya hanyalah pelengkap,” kata Ahsan.

Disampaikan bahwa awalnya, HARLEV mengikuti format Utrech Law Review. “Merujuk pada Utrech Law Review, jurnal bisa menggunakan nama institusi. Sehingga kami juga memulai sebuah jurnal dengan menggunakan nama Hasanuddin,” ujar Ahsan.

DIS DPD Papua Barat, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa HARLEV baru saja terindeks Scopus. Semangat inilah yang menjadi awalan sehingga mengundang Managing Editor untuk menyampaikan pengalaman dalam mengelola jurnal.

“Untuk itu, kita mengundang Managing Editor HARLEV untuk berbagi cerita sehingga menjaga ritme dalam penerbitan jurnal,” kata Ismail yang juga dosen pascasarjana IAIN Sorong.

Penerbitan sejatinya merupakan bagian dalam pengembangan ekosistem keilmuan. Jurnal merupakan salah satu intrumen.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan kolaborasi tiga institusi. STIE Enam Enam Kendari, STAI DDI Kota Makassar, dan DIS Papua Barat,” pungkas Ismail.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Reaktulisasi Ubudiyah Dalam Proses Transformasi Masyarakat

Tetap Perlu Kehati-hatian, Masjid Bisa Menjadi Tempat Penyebaran Virus

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar