Menuju Hari-hari Terakhir di Sepertiga Ramadhan, Pemaknaan Tradisi Keberagamaan

Menuju Hari-hari Terakhir di Sepertiga Ramadhan, Pemaknaan Tradisi Keberagamaan
Menuju Hari-hari Terakhir di Sepertiga Ramadhan, Pemaknaan Tradisi Keberagamaan

Terkini.id, Sorong – Dari senja ke senja, membawa hitungan Ramadhan bertambah setiap hari. Malam sepertiga akan segera sempurna. Sekaligus akan semakin membulatkan purnama.

Ramadhan dalam senyap. Justru kesunyian juga menjadi sandingan Ramadhan. Bukan saja dengan Ramadhan yang telah dilalui tahun-tahun sebelumnya.

Penuh dengan keriuhan, berbuka bersama dalam jumlah puluhan ataupun ratusan. Dilanjutkan lagi dengan tarwih. Baik tarwih di masjid, mushallah, atau langgar. Juga tarwih dengan bergiliran di rumah kerabat. Kerap disebut tarwih keliling.

Walau demikian, tetap saja solidaritas dan kemauan berbagi menjadi pemandangan sehari-hari jelang berbuka puasa.

Di persimpangan jalan depan kantor Bupati Maros, sekawanan anak muda membagikan penanganan berbuka. Mereka dari komunitas yang menyadari bahwa ada saja musafir yang memerlukan dukungan agar mereka bisa berbuka tepat waktu.

Menarik untuk Anda:

Tidak saja dalam kotak takjil yang berisi kudapan. Di tempat lain, pertigaan sudut masjid Raya Makassar. Juga sekelompok pemuda berkumpul membagikan hidangan takjil.

Sementara itu, sebuah kedai donat dengan merek Donat ER, Maros. Menyediakan peluang bagi muhsinin-muhsinat untuk mengirimkan donat untuk keperluan berbuka puasa. Cukup dengan transfer sejumlah paket yang diinginkan, maka sang empunya hajat sudah dapat menunaikan sajian buka puasa untuk warga panti asuhan.

Begitu pula sosialisasi dengan konstituen. Seorang anggota legislatif Ketika melaksanakan sosialisasi dan menuntaskan reses tetap melaksanakan acara berbuka puasa. Hanya saja, hidangan disiapkan dalam bentuk kotak. Tidak ada lagi perhimpunan ketika menyantap penanganan.

Memaknai Ramadhan, dilakukan pemaknaan ulang. Cara-cara memahami pesan keagamaan dengan cara yang berbeda sepanjang pagebluk Covid-19. Tarwih juga dilaksanakan di Kawasan perusahan. 

Satu rumah, atau gabungan beberapa rumah yang tak lebih dari dua rumah. Begitu pula pertemanan, secara terbatas hanya dalam kontak-kontak tertentu saja. Semakin mengecil, dengan tetap menjaga silaturahmi dengan kekerapan yang berbeda.

Ramadhan kali ini, semakin diadaptasikan. Setelah mendadak pada tahun sebelumnya dibaluti dengan kekagetan. Kadang belum dapat memaknai apa yang sementara terjadi.

Kita akan menyelesaikan sepertiga Ramadhan. Pemahaman akan Ramadhan di masa pandemi juga semakin terpahamkan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Reaktulisasi Ubudiyah Dalam Proses Transformasi Masyarakat

Zakat, Instrumen Sosial Ekonomi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar