Melewati Malam Kesepuluh, Saatnya Memaksimalkan Gapai Ridha Allah

Warna Warni Ramadhan (www.shutterstock.com)
Melewati Malam Kesepuluh, Saatnya Memaksimalkan Gapai Ridha Allah

Terkini.id, Sorong – Ramadhan yang datang menyapa, pada akhirnya akan berlalu pada masanya.

Perjalanan waktu membawanya, sampai pada malam kesepuluh. Salah satu malam yang dinantikan dan perlu dijaga kedatangannya, malam lailatul qadr.

Dimana malam itu diganjar dengan kebaikan lebih dari seribu bulan.

Namun, tidak hanya di altar sujud semata. Kebaikan harus digandengkan dengan kesalehan di sekeliling seorang hamba.

Tak cukup dengan senantiasa menyelesaikan ritual. Tetapi pada saat yang sama, juga mengulurkan tangan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tak harus dengan benda, bahkan ketika tersenyumpun sudah merupakan manifestasi ibadah.

Menarik untuk Anda:

Ada laku dalam urusan amal saleh itu. Sementara laku kesalehan haruslah berkorelasi dalam urusan kemasyarakatan.

Tak hanya semata-mata sampai pada kinerja ibadah. Dengan terlengkapinya rukun keislaman, kemudian itu sudah selesai.

Sama pentingnya untuk senantiasa memperhatikan lingkungan. Bukan dalam lingkup diri pribadi semata.

Ridha Allah digapai bukan dengan ibadah dalam bentuk ritual belaka. Melainkan juga perlu dibarengi dengan samal saleh.

Betapa kita mendaras bahwa iman dan amal saleh senantiasa bergandengan. Keduanya merupakan sisi mata uang yang saling melengkapi sehingga dapatlah disebut mukmin.

Instropeksi juga merupakan salah satu laku yang diperlukan. Sehingga ridha ilahi dapat tegapai dengan sempurna.

Dimana dengan kesempurnaan iman, akan tercermin pada kemanfaatan bagi sesama. Jikalau hanya terwujud dalam kesendirian, maka itu bukalah bagian dari kesempurnaan iman.

Kalaupun nasib sebagiannya menjadi urusan tangan-tangan manusia, maka kesediaan untuk menggerakan tangan untuk diulurkan kepada sesama adalah bentuk dari cerminan iman yang sempurna itu.

Sementara kalau berdiam diri, dan hanya mementingkan diri sendiri. Bukanlah sepenuhnya bagian ajaran keislaman.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Reaktulisasi Ubudiyah Dalam Proses Transformasi Masyarakat

Zakat, Instrumen Sosial Ekonomi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar