Duka di Tengah Ramadhan

Duka di Tengah Ramadhan (www.antara.com)
Duka di Tengah Ramadhan

Terkini.id, Sorong – Kita masih di tengah pandemi. Di saat yang sama, ada kecelakaan tenggelamnya kapal selam.

Para prajurit yang merupakan bagian dari tentara terbaik yang dimiliki kesatuan.

Mereka gugur dalam tugas, semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Itu juga kembali mengingatkan kita bahwa kuasa alam raya hanyalah pada Allah semata. 

Dalam posisi sebagai hamba, tidak ada kemampuan secuilpun. Termasuk menghindari maut Ketika itu sudah datang.

Senyampang dengan itu, kita merefleksi bahwa suka dan duka akan selalu silih berganti.

Menarik untuk Anda:

Dimana wafatnya para prajurit itu merupakan duka. Namun, pada saat yang sama kita masih tetap harus bersyukur mendapatkan kesempatan untuk berbuka puasa dan makan malam bersama dengan keluarga.

Saat yang sama pula, kita mendapatkan bahwa soliditas dan solidaritas di kita teryata masih tetap ada jua. Bukan barang langka, di tengah hiruk pikuk banjir maklumat media sosial.

Selama ini pemilahan pendapat terkadang memupus harapan. Hanya saja, pada rasa kemanusiaan kita tetap sama. Bukan pada pandangan politik yang mengemuka, justru rasa sebagai manusianlah yang tetap wujud adanya.

Duka sekaligus menjadi kesempatan untuk juga mengambil hikmah.

Pada saat yang sama, keluarga adalah harta satu-satunya. Tidak ada nilai, tanpanya hanyalah sebuah kesunyian.

Bekerjapun ketika itu untuk keluarga tetap saja perlu proporsional. Jangan sampai dengan dalih keluarga, justru mereka ditinggalkan.

Tidak perlu juga untuk lembur, kemudian sampai mengedepankan pekerjaan. Sementara ketika pulang, hanya sisa tenaga untuk keluarga.

Padahal, merekalah yang akan bergembira atas kepulangan kita ke rumah.

Sebagai orang tua, maka ada tanggungjawab untuk memastikan ketika meninggalkan anak ataupun istri tetap mereka akan mendapatkan perlindungan.

Baik jiwa, begitupun dengan materi.

Olehnya, tetap berduka sebuah tindakan manusiawi. Namun, dengan optimisme bahwa ada hari esok.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Reaktulisasi Ubudiyah Dalam Proses Transformasi Masyarakat

Zakat, Instrumen Sosial Ekonomi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar