Mulai Menanti Malam Lailatul Qadr

Mulai Menanti Malam Lailatul Qadr (www.shutterstock.com)
Mulai Menanti Malam Lailatul Qadr

Terkini.id, Sorong – Malam ketujuh belas, kurang sehari lagi. Sudah lima belas puasa terselesaikan.

Jika tak ada kejadi luar biasa, maka perjalanan waktu akan membawa kita ke malam tujuh belas, insya Allah.

Bukan saja soal seribu bulan. Juga terkait dengan ikhtiar untuk memeroleh keberkahan Ramadhan.

Jikalau saja sudah diikhtiarkan tetapi tidak mendapatkan tanda-tanda malam lailatul qadr itu. Maka, dapat dilihat sesudah Ramadhan.

Ketika perilaku yang kita lakoni sehari-hari lebih baik dari sebelumnya, maka tentu ini diantaranya kemungkinan mendapatkan malam yang sebaik seribu bulan itu.

Menarik untuk Anda:

Bisa juga berarti, bahwa kebaikan yang terlaksana selama Ramadhan akan berkesinambungan sampai pada akhir hayat. Sebab angka harapan hidup sejauh ini tidak sampai pada seribu tahun.

Perilaku seorang muttaqin akan membawanya untuk selalu dan tetap baik selama hayatnya. 

Ketika dilatih dalam madrasah Ramadhan, maka selanjutnya melalui Ramadhan dengan status muttaqin itulah yang akan tetap istiqamah dalam lindungan ilahi.

Apatah lagi, tidak saja Ramadhan. Juga, kesempatan menyelesaikan Ramadhan dalam kondisi di tengah wabah.

Ini menjadi ujian yang juga ditimpakan, dan sesuai dengan kemampuan terbaik manusia akan dapat melalui apa yang menjadi ujian ini.

Kemajuan sains dan teknologi, membawa kita pada penemuan vaksin. Begitu pula cara terbaik yang dalam pengetahuan manusia untuk dapat menanggulangi wabah.

Hanya saja, jalinan agama dan sains tidak selalu dapat dihubungkaitkan. Dimana diperlukan waktu, dan juga pemahaman untuk menyelaraskan keduanya.

Keberkahan Ramadhan, akan membawa kepada kondisi ini. Kemampuan untuk menjalani qadr Ilahi dengan usaha terbaik yang dapat dilakukan.

Bahkan, bolehjadi kemampuan untuk menjalani kondisi seburuk apapun selama pagebluk covid-19, dan juga setelahnya merupakan tanda memeroleh lailatul qadr.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Reaktulisasi Ubudiyah Dalam Proses Transformasi Masyarakat

Zakat, Instrumen Sosial Ekonomi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar