Puasa tak Hanya Lapar dan Dahaga

Puasa tak Hanya Lapar dan Dahaga (www.shutterstock.com)
Puasa tak Hanya Lapar dan Dahaga (www.shutterstock.com)

Terkini.id, Sorong – Selama ini puasa hanya disampaikan menahan makan dan minum. Juga disertai dengan menahan pandangan mata.

Hanya saja, seiring dengan perkembangan dunia digital. Dimana kita juga terbabit dengan dunia maya serta kemajuan gawai yang sudah di tangan kita.

Maka, tentu perlu ditambahkan dengan kondisi sekarang. Dimana berpuasa menahan hawa nafsu. Termasuk di dalamnya bagian untuk menahan berkomentar dan juga menyebarkan konten-konten di laman web serta media sosial yang tidak membawa kepada kebaikan.

Apalagi kalau itu gossip yang akan berujung pada ghibah.

Tentu itu, bagian dari puasa juga. Kalaulah tidak membatalkan puasa sebagaimana panduan dalam fikih ibadah yang kita warisi, tetapi dengan menjaga tangan dalam kaitan dengan komentar itu sepenuhnya adalah menjaga sakralitas puasa yang kita jalani.

Menarik untuk Anda:

Itulah yang menjadi prinsip Islam dimana tetap akan relevan sepanjang zaman dan waktu.

Sehingga tugas para penganutnya untuk melakukan kontekstualisasi sehingga makan religiusitas akan tetap relevan juga dengan kondisi kekinian.

Apatah lagi, ghibah bukan saja dalam bentuk omongan. Dimana ketika menyebarkan maklumat yang tidak benar, maka itu akan menjadi bagian dari ghibah.

Orang-orang yang melaksanakan perbuatan ghibah, diibaratkan memakan daging bangkai saudaranya sendiri.

Untuk itu, puasa tidak akan berdiri sendiri sebagai sebuah ritual ubudiyah.

Tetap akan terintegrasi dengan ibadah lainnya. Dimana pada saat berpuasa itu, kebaikan lainnyapun tetap perlu dilaksanakan secara Bersama.

Tidak dipilah ataupun dipilih berdasarkan kategorisasi saja.

Itu juga yang menjelaskan bahwa Islam merupakan ajaran yang syumul (komprehensif). Sehingga diperlukan juga kemampuan kognitif yang komprehensif.

Akhirnya, dapat kita maknai bahwa berpuasa sesunguhnya menjaga seluruh panca indra kita untuk senantiasa melakukan hanya kebaikan. 

Ketika muncul godaan, maka tetaplah untuk menahannya dengan hanya melaksanakan kebaikan semata.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Reaktulisasi Ubudiyah Dalam Proses Transformasi Masyarakat

Zakat, Instrumen Sosial Ekonomi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar