Sekali lagi, Pendidikan dan Ramadhan

Sekali lagi, Pendidikan dan Ramadhan (www.shutterstock.com)
Sekali lagi, Pendidikan dan Ramadhan

Terkini.id, Sorong – Ramadhan Ketika itu berada dalam bulan kesembilan hijriyah, maka dapat diibaratkan sebuah proses manusia ketika bulan kesembilan dalam kandungan.

Kemudian memasuki bulan Syawal, dimana merupakan bulan kelahiran dalam ketaqwaan.

Sehingga orang yang baru saja menyelesaikan Ramadhan, seperti bayi yang lahir. Manusia yang terlahir dengan tanpa membawa beban dosa apapun.

Satu metafora yang lain, Ramadhan disebut pula sebagai bulan Pendidikan.

Dimana kembali individu muslim untuk dilatih dalam ketertiban. Berbuka puasa tepat waktu, setelah sebelumnya juga menyelesaikan urusan makan, minum, dan syahwat sejak fajar menyingsing.

Menarik untuk Anda:

Bahkan tradisi masyarakat muslim Asia Tenggara mengenal imsak. Waktu yang belum sampai fajar tetapi justru sudah menahan makan dan minum.

Semata-mata untuk berhati-hati. Sehingga dalam berpuasa senantiasa menjaga diri. Memulainya sejak pada jelang fajar itu. Sehingga semasa fajar datang, maka sudah siap secara utuh.

Kedisiplinan inilah yang juga diharapna wujud bagi manusia taqwa yang akan diraih di akhir Ramadhan.

Kalaulah seseorang yang berpuasa, dengan penuh ketertiban dan juga melaksanakan ibadah yang dikandung dalam bulan suci Ramadhan, akan wujud masyarakat yang teratur dalam beraktivitas.

Ini pula yang diharapkan akan sampai pada aktivitas lainnya. Sehingga kesalehan dalam puasa dan ibadah lainnya akan juga tercermin dalam kegiatan keseharian.

Begitu juga dalam menggunakan lampu lalu lintas. Menghadapi keuangan negara, serta interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Dimana penelitian Tom Popsnky bahwa kesalehan masyarakat muslim Indonesia tidak berhubungan dengan pilihan partai politik, juga pada penggunaan jasa perbankan.

Harapan yang diinginkan bahwa ketaqwaan yang terbentuk dalam Ramadhan, tidak saja dalam ubudiyah semata. Tetapi perlu juga menjangkau kegiatan sehari-hari yang bolehjadi itu juga merupakan ubudiyah tetapi bukan dalam bentuk ritual.

Pendidikan Ramadhan akan berdampak secara luas. Tidak terbatas semata-mata pada individual. Bahkan diperlukan untuk berdampak secara luas.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Reaktulisasi Ubudiyah Dalam Proses Transformasi Masyarakat

Zakat, Instrumen Sosial Ekonomi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar