Reaktulisasi Ubudiyah Dalam Proses Transformasi Masyarakat

Reaktulisasi Ubudiyah Dalam Proses Transformasi Masyarakat

IS
Ismail Suardi Wekke

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Sorong – Dua hal terkait spiritual dan transformasi masyarakat sudah diingatkan Cak Nur (1982) dimana tak ada kesalehan individu yang hanya dikhaskan bagi dirinya.

Namun, empat puluh tahun setelahnya justru yang terlihat dalam potret penelitian Tom Popsky bahwa kesalehan masyarakat Indonesia tidak berhubungan sama sekali dengan pilihan bank Syariah, dan juga partai politik Islam.

Dalam kondisi ini, menjadi relevan untuk kita lihat sejenak kembali betapa kadang aktivitas ubudiyah yang tidak bersinggungan langsung dengan fenomena sosial.

Sebagai awalan, kita bisa lihat masjid. Dengan saldo yang berpuluh bahkan beratus juta. Adakah masjid ini mengecek keberadaan warga di sekeliling masjid yang tidak bisa makan, ataukah sakit, atau tidak bisa masuk sekolah.

Padahal, mereka mendengarkan dari waktu ke waktu bahwa ada saldo masjid sekian. Sementara mereka tetap dalam kubangan derita. Jangan sampai itu kemudian menjadi kesakitan ketika mendengarkan pengumuman saldo.

Tapi, tentu tak semuanya. Ada dua hal yang bisa menjadi cerita ceria kita. Masjid Attaubah, Kota Sorong. Takmir menyediakan pengganti sandal bagi jamaah yang kehilangan ala kaki Ketika berada di masjid.

Begitu pula seorang tukang ojek. Memilih untuk mendonasikan uang yang diterimanya sebagai bantuan sosial untuk diteruskan ke kas masjid.

Alasannya sangat sederhana. Selama ini, mandi dan mensucikan diri di masjid tanpa pernah ditegur oleh takmir.

Justru, takmir masjid memberikan kelonggaran dan fasilitas untuk melakukan keduanya. Maka, dengan senang hati menyeterkan uang yang dimilikinya untuk mengisi celengan masjid.

Pada kondisi yang material kita dapat meneruskan menjadi pengalaman spiritual. Sekecil apapun itu, justru akan menjadi transformasi masyarakat kita.

Akhir Ramadhan menjadi kesempatan pula, untuk mentrsnformasikan seluruh ibadah yang kita jalankan dalam bulan suci ini untuk menjadi kesalehan sosial.