Ketua IPSS Kota Sorong Terpilih Tuai Pro dan Kontra, H. Harun: Segera Koordinasi!

Kontributor: Ahmad Muzanni Rasyid

Terkini.id, Sorong – Di balik kemeriahan pelaksanaan silaturahmi dan deklarasi sekaligus penetapan Ketua BPD IPSS (Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan) Kota Sorong yang bertempat di Sekretariat BPD KKSS Kota Sorong pada hari Minggu 19 September 2021 lalu ternyata di kalangan pemuda Sulawesi Selatan tuai pro dan kontra.

Pasalnya, penetapan ketua terpilih secara definitif tersebut menabrak dan melanggar aturan organisasi yang termuat di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IPSS.

Baca Juga: Mundur Sebagai Bakal Calon Ketua IPSS Papua Barat, Ir. Chaedar...

Jika mengacu pada Anggaran Dasar IPSS khususnya pada Bab IV Pasal 12 dan Anggaran Rumah Tangga, Bab III Pasal 18, 19 dan 20. Diterangkan bahwa kekuasaan organisasi tingkat daerah hanya dapat ditempuh melalui MUSDA (Musyawarah Daerah) yang didukung dan dihadiri oleh pilar-pilar kepemudaan setempat serta perwakilan cabang penuh apabila telah terbentuk.

Aturan yang termuat dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tersebut tidak dilakukan oleh para pemuda Sulawesi Selatan yang tergabung dalam team yang diberi nama “Tim Formatur” ketika menetapkan ketua terpilih BPD IPSS masa bakti 2021-2025, sehingga menjadi celah besar lalu kemudian menuai kritikan baik dari kalangan pilar kepemudaan di Kota Sorong bahkan internal BPP IPSS Papua Barat.

Baca Juga: Prediksi Terjadi Gelombang Tinggi di Perairan Papua Barat, BMKG Imbau...

Caretaker BPP (Badan Pengurus Pusat) IPSS Papua Barat, H. Harun Nurdin, S.T. melalui telepon whatsApp kepada Team Redaktur SorongTerkini.id menyampaikan bahwa “pelaksanaan silaturahmi dan deklarasi yang mengatasnamakan IPSS Kota Sorong tersebut pada intinya TIDAK SALAH dan BOLEH-BOLEH SAJA, karena silaturahmi dan deklarasi itu sifatnya syiar atau memberikan kabar telah terbentuk IPSS (Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan) di Kota Sorong.” Ungkapnya.

Namun untuk penetapan ketua dan ditunjuk langsung seperti itu maka gunakanlah terlebih dahulu istilah Caretaker Ketua, sebab itu tidak mengapa! Nanti setelah deklarasi baru merancang mekanisme pemilihan sesuai dengan aturan main di dalam AD/ART.” Tambahnya.

Laki-Laki Besar Manokwari (LABEMA) itu pun mengatakan bahwa hendaknya kegiatan apapun yang dilakukan oleh teman-teman pemuda Sulawesi Selatan di daerah yang mengatasnamakan IPSS hendaknya selalu koordinasi dengan Badan Pengurus Pusat IPSS Papua Barat apalagi kegiatan besar seperti yang dilakukan pada hari minggu lalu itu.

Baca Juga: Focus Group Discussion: Pengembangan Desa Inovasi di Pulau Ram

 “Minimal mereka menghubungi kami di pusat sini jika mau mengadakan kegiatan seperti itu, karena etika dan aturan main harus didahulukan!.” Imbuhnya.

“Saya berharap ketua terpilih kemarin berkordinasi dengan kami, saya pribadi tidak begitu mempermasalahkan namun yang namanya berorganisasi itukan tidak hanya ketua saja namun ada organ-organ lainnya. Maka kita harus saling menghargai antar satu sama lainnya.” Ujar LABEMA yang juga merupakan Alumni Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.

“Saat ini yang dapat mereka lakukan adalah kordinasi dan jika boleh maka sebaiknya BPD KKSS Kota Sorong menyurat ke BPW KKSS Papua Barat bahwa pada hari minggu lalu telah diadakan silaturahmi dan tudang sipulung antar pemuda Sulawesi Selatan di Kota Sorong sehingga bersepakat bahwa ketua terpilih berdasarkan hasil kesepakatan bersama pilar kepemudaan dan seterusnya.” Terangnya.

“Nanti kita lihat apa nanti keputusan final dari BPW KKSS Papua Barat beserta rekan-rekan BPP IPSS Papua Barat mengenai perihal tersebut. Jika mentok! Maka solusi yang harus dilakukan adalah segera laksanakan MUSDA sesuai dengan aturan main yang termaktub di dalam AD/ART.” Tutupnya.

H. Harun Nurdin, S.T. menitipkan pesan kepada para pemuda Sulawesi Selatan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta menghindari hal-hal yang dapat merusak persaudaraan di tanah perantauan.

Dirinya pun mengungkapkan bahwa ketika pada pelaksanaan Kongres BPP IPSS Papua Barat mendatang dirinya terpilih sebagai ketua, maka akan melakukan blusukan ke BPD IPSS Kota/Kabupaten se-Papua Barat untuk memupuk persatuan dan kesatuan antar pemuda Sulawesi Selatan se-Papua Barat.

Bagikan