Bina Persatuan, KKSS Raja Ampat Rayakan Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW

Bina Persatuan, KKSS Raja Ampat Rayakan Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW

RR
Ruslan Rasid

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Sorong – Bertempat di Masjid Agung Waisai (Kota Wisata Dunia) Raja Ampat, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan membina persatuan melalui peringatan maulud Nabi Muhammad saw. Senin 18 Oktober 2021

Ketua Panitia, Rahman Putra yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Sulawesi Selatan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Terdapat 14 pilar dan para tamu undangan yang ikut berpartisipasi melalui bantuan moril dan material.

Di tempat terpisah, diperoleh informasi bahwa terdapat dua ratus orang yang membawa ember dengan beragam isi berupa telur, ayam, nasi dan ketan.

Setiap rumah tangga yang merupakan warga KKSS diminta membawa tiga ember yang diserahkan kepada panitia. Selanjutnya panitia mempersiapkan satu ember yang terbarter sebagai oleh-oleh maulid.

Lebih lanjut lagi, pilar KKSS telah melakukan kreativitas hiasan secara sukarela sehingga sepanjang koridor menuju tempat wudhu masjid  Agung Waisai, terlihat penataan perahu hias, pohon pisang berbalut telur dan buah serta pepohonan hias bersama telur sebagai buah pepohonan.

Ketua Badan Pengurus Daerah KKSS Kabupaten Raja Ampat  H. Muhammad Said, ST yang juga anggota DPRD Kabupaten Raja Ampat, merasa bersyukur dan berbahagia atas kehadiran warga KKSS dan para undangan pada kegiatan ini. Kegiatan ini menurutnya adalah rutinitas tahunan. 

Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. yang juga Rektor IAIN Sorong dan Ketua Dewan Penasehat  KKSS Kota Sorong, bertindak sebagai pembawa hikmah dalam kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad saw. 

Menurutnya sesuai tema yang ditetapkan panitia adalah tentang persatuan, dirinya menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw. melakukan hijrah dari Mekkah yang notabene merupakan tempat kelahiran, oleh masyarakatnya tidak lagi menjunjung tinggi persatuan.

Lanjutnya, di Kota Mekkah sebahagian masyarakat menerima dakwahnya, sebahagian mengusirnya bahkan ingin membunuhnya.

Berbeda di Madinah, Nabi Muhammad saw. membangun persatuan lintas tokoh dan agama. Persatuan yang terbangun ini berhasil membangun piagam madinah, yang menjadi landasan kokoh dalam membangun peradaban. Terangnya.

Kegiatan ini selain ceramah, juga diadakan pembacaan kitab Barazanji yang dipimpin oleh Imam Masjid Agung Waisai.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam acara tersebut, serta acara diakhiri dengan pencabutan undian untuk ibadah Umrah.

Prosesi acara pengundian ini dipimpin oleh Ketua BPD KKSS Kabupaten Raja Ampat.*