Sadis, 30 Tusukan Pada Tubuh Korban di Kali Perumnas Kota Sorong

Terkini.id, Sorong – Penemuan mayat dalam kondisi tertelungkup di bantaran kali kompleks Perumnas, Sorong Timur, Kota Sorong (Senin 27 Desember 2021) kemarin diduga dianiaya hingga tewas.

Pasalnya ketika hasil identifikasi pada saat dievakuasi oleh pihak kepolisian, terdapat kurang lebih 30 kali luka tusukan senjata tajam disekujur tubuh korban. 

Berdasarkan lansiran  iNewsPapua.id, pria yang tewas tersebut memiliki nama lengkap Irfan Warfandu, seorang pria berusia 27 tahun yang beralamat di pulau Doom.

Baca Juga: Ramadan, Bulan Pendidikan

Irfan Warfandu juga merupakan seorang mahasiswa akhir program studi hukum di salah satu universitas swasta di kota Sorong yang direncanakan akan ikut wisuda bulan Juni 2022 mendatang.

Salah satu paman korban, Abdul Warfandu mendesak pihak kepolisian agar segera mungkin menangkap para pelaku pembunuhan.

Baca Juga: Menjaga Asa Ramadan dengan Istiqamah

Sempat terjadi ketegangan antara pihak keluarga dan kepolisian sewaktu jenasah diarak menuju ke Polres Sorong.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan berjanji untuk menindaklanjuti kasus pembunuhan tersebut hingga tuntas.

Dugaan sementara yang beredar bahwa korban dibunuh oleh rekannya pada saat pesta miras. Sebab terdapat beberapa botol minuman keras di sekitar lokasi ditemukannya mayat.

Baca Juga: Menjaga Asa Ramadan dengan Istiqamah

Saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Sele be Solu agar dapat dipastikan penyebab terbunuhnya Irfan Warfandu.

“Saat ini kami belum bisa pastikan, lebih jelasnya kita bersama-sama menunggu hasil visum (baca:autopsi) dari dokter di rumah sakit.” Tegas Kapolsek Sorong Timur, AKP Valio Agafe kepada pihak media.

Pembunuham secara brutal ini mengundang kecaman warga sekitar. Misalnya Herman Rahman salah seorang pengusaha yang juga seorang politisi di Aimas mengungkapkan bahwa terlepas akibat minuman keras, pembunuhan tersebut sangat tidak manusiawi dan menodai hari hari berbahagia di momen hari raya natal dan tahun baru.

Dirinya pun menyarankan agar peredaran miras ini lebih diperketat. 

Kita tahu bersama, miras ini pangkal segala tindakan kejahatan. Jadi tolong kepada pihak terkait agar lebih ekstra lagi dalam melakukan operasi miras terutama menjelang tahun baru yang tinggal beberapa hari ini agar kejahatan yang tidak diinginkan tidak terjadi kembali lagi di tanah Maladum ini.” Ungkap politisi Partai Berkarya ini kepada SorongTerkini.id*

Bagikan