Puasa dan Mubazir, Keseimbangan Antara Menahan Lapar dan Makan Bersisa

Terkini.id, Sorong – Makan pada saat kondisi tertentu bukannya menyehatkan. Asupan makanan yang dicerna bukan menjadi sumber energi. Pada saat yang sama, menjadi potensi untuk sebuah  penyakit.

Justru dengan puasa menjadi kesempatan meremajakan organ tubuh yang selama sebelas bulan Lelah mengunyah makanan. Dengan dimulai dengan niat, justru sejatinya ada iktikad untuk tidak mengecap makanan dan minuman serta menjauhi tindakan yang membatalkan puasa.

Dengan satu bulan ini, juga menjadi latihan untuk tidak bersisa saat makan dan minum.

Betapa tak terhitung sesama manusia yang tak mendapatkan makanan dan minuman. Maka, semasa menyantap makanan dan minum, kita perlu berhati-hati dan menghabiskan semua makanan yang telah disendok ke dalam piring kita masing-masing.

Menghadapi makanan dan minuman, juga disertai dengan kesyukuran. 

Betapa nikmat makanan dan minuman tidak akan berarti sama sekali jikalau taka da kesempatan untuk menyantapnya.

Pada bulan ramadan ini kita sekali lagi menyaksikan dua peristiwa. Penyerangan Israel ke warga Palestina. Pada saat yang sama, Rusia juga menyerang Ukraina.

Umat Islam di kedua negara tersebut, tidak dapat menikmati buka puasa dan juga sahur sebagaimana kita menikmatinya bersama keluarga dan sesekali dengan rekan sejawat.

Pada saat piring kita telah dipenuhi makanan dan begitu pula adanya kesempatan untuk duduk menyantapnya, ini adalah nikmat yang tak terkira.

Sebagaiman atadi, makanan dan sajian lainnya tidaklah pernah berarti sama sekali jikalau tidak ada masa untuk menghindangkan dan menikmatinya.

Rangkaian ibadah puasa memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan apa yang dialami oleh warga yang muslim papa. Terkadang bukan makan tiga kali sehari, tetapi pada saat yang sama mereka berpikir kapan bisa makan lagi.

Sementara diantara kita sudah sampai pada pertanyaan apa yang akan disantap pada kesempatan berikutnya.

Inilah makna yang dapat kita simpan di sisa perjalanan hidup kita bahwa puasa dan berbuka adalah dua pasangan. Menahan lapar adalah tuntunan agama, dan begitu pula untuk tidak mubazzir juga merupakan tuntunan agama

Sehingga menjalankan keduanya adalah upaya menjadi muslim yang paripurna. Muslim yang menjalankan seluruh perintah agama dengan segenap hati.

Bagikan