Terkini.id, Sorong – Semasa hari kelahiran setiap manusia, kecuali Adam as yang diciptakan, maka kita tak membawa apa-apa selain tangis.
Sejatinya, kita tak punya apa-apa itu hingga tak ada yang layak untuk disombongkan.
Begitu pula dengan ketiadaan hart aitu, maka kita perlu qanaah atas apa yang kita dapatkan. Tidak perlu untuk kemaruk dan justru mencari apa yang tidak kita butuhkan.
Idulfitri bukan saja kesyukuran dan juga perayaan bagi orang yang bertaqwa. Selepas menunaikan kewajiban yang menjadi latihan dalam bulan Ramadhan. Idulfitri juga bermakna hari berbagi dan sekaligus penyadaran kembali.
Dimana manusia menjadi tempat bagi kesilapan dan kekhilafan sehingga perlu momentum penyadaran yang memungkinkan untuk senantiasa menjaga kefitrahan itu.
Walau idulfitri untuk sementara tidak dalam kesemarakan sebagaimana tahun-tahun yang telah berlalu. Tetap saja, kekhidmatan dan juga kesadaran atas berpulangnya kita pada fitrah manusia menjadi detik-detik yang perlu diperingati.
Bonusnya, penanganan dan sajian makan minum berlimpah turut hadir. Ini lagi-lagi perlu disyukuri dimana di setiap jengkal negara tercinta dilimpahkan kedamaian dan ketentraman baik semasa Ramadhan maupun sepanjang syawal.
Kerelaan untuk berbagi dengan sesama melalui pelbagai instrumen seperti zakat, infaq, dan shadaqah, adalah wujud dimana puasa yang dijalankan telah memberi kelapangan hati untuk menjalin kebersamaan.
Dengan semua itu, kita memastikan bahwa saudara ataupun tetangga kita juga turut menikmati hidangan yang sama nikmatnya dengan kita.
Idulfitripun disambut dengan harapan diterimanya semua amalan kita. Seraya menjalin silaturahmi dengan sesama. Hanya saja media silaturahmi terbatas pada perjumpaan maya.
Ada saja kekuasaan yang tidak dalam genggaman manusia. Olehnya, dengan pengharapan dan doa kepada Sang Pemilik Semesta menjadikan kita sebagai hamba yang sepenuhnya tunduk dan patuh pada ketentuan Ilahi.
Selamat idulfitri, semoga kesehatan tetap terlimpah kepada kita semua.










