Sementara itu bagi yang berhak menerima zakat, juga mendapatkan haknya sebagaimana golongan ashnaf.
Begitu pula zakat akan menjadi instrumen yang menyejahterakan.
Ini kemudian juga perlu dikelola. Sehingga individu yang menjadi mustahiq pada kesempatan yang akan datang akan menjadi muzakki.
Ibadah yang dilaksanakan dalam zakat ini sejatinya tetap merupakan pelaksanaan perintah Yang Kuasa. Pada saat yang sama, dimensinya juga menjangkau sisi sosial.
Betapa ibadah yang dilaksanakan bukan semata-mata untuk urusan "langit" tetapi juga pada bagian hubungan dengan sesama hamba.
Olehnya, perlu ada pengelolaan dan juga kesamaan langkah. Sehingga daya dukungnya bagi pembentukan masyarakat adil makmur dapat terlihat dan disegerakan.










