Pelantikan KKSS Kota Sorong Menghitung Jam, Berikut Wawancara Eksklusif dengan Rektor IAIN Sorong

Pelantikan KKSS Kota Sorong Menghitung Jam, Berikut Wawancara Eksklusif dengan Rektor IAIN Sorong

RR
Ruslan Rasid

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Sorong. Pelantikan Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kota Sorong Periode 2020-2025 yang akan dilaksanakan malam nanti, 12 Desember 2020 di Aula Mako Yonif RK 762/VYS, Sorong.

Pasca dilaksanakannya Musyawarah Daerah IX BPD KKSS pada awal bulan Maret tahun 2020 lalu dengan terpilihnya Bapak H. Syamsuddin M Djohan sebagai Ketua BPD KKSS 2020-2025.

Berikut ini, Sorong Terkini,id akan menampilkan wawancara eksklusif bersama Rektor IAIN Sorong via whatsApp, Bapak Dr. Hamzah, M.Ag. yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat KKSS Kota Sorong terkait dengan harapan lima tahun ke depan BPD KKSS Kota Sorong.

Harapan Bapak sebagai Rektor IAIN Sorong sekaligus Ketua Dewan Penasehat KKSS Kota Sorong perihal kepengurusan KKSS Kota Sorong lima tahun ini terutama dalam bidang pendidikan?

“Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Sorong periode ini banyak yang berlatar belakang pendidikan DOKTOR (S3), mungkin sekitar tujuh orang. Tentunya berimplikasi pada program-program yang bersifat kontributif bagi kemajuan warga KKSS dan Kota Sorong. Maka saya sangat yakin pengurus yang  ada ini akan senantiasa memikirkan generasi penerus masyarakat Sulawesi Selatan di Kota Sorong terlebih dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia/Human Development Index melalui pintu pendidikan.”

Kedepan apa kontribusi para dewan penasehat untuk kemajuan KKSS Kota Sorong minimal periode ini?

“Jadi prinsip organisasi dewan penasehat itu bersifat kolegtif-kolegial, Kita mau menyamakan persepsi di tataran dewan penasehat tentang aspek fungsi. Ketika ditanya apa kontribusinya maka akan berada pada lingkup fungsi utama sebagai dewan penasehat.”

KKSS sebagai wadah kerukunan di tanah rantau baik bersifat internal maupun eksternal. Bagaimana perannya terhadap isu SARA di tanah Papua?

“Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan memiliki kekayaan historis antara lain “pappaseng” atau kearifan lokal leluhur tentang ajaran hidup bermasyarakat, ajaran di tempat perantauan dan ajaran berkontribusi pada tempat berpijak. Warga Sulawesi Selatan selalu memegang prinsip di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. KKSS tidak akan mudah termakan isu-isu SARA, semua melalui perenungan dan pertimbangan yang tinggi baik secara individu maupun nasehat-nasehat para sesepuh.”

Sejauh pantauan Bapak, Apakah ada pembinaan KKSS bagi anak muda Sul-Sel untuk menangkal paham ekstrimis dan radikal yang dapat mengancam keutuhan NKRI?

“Pembinaan secara sistematis dan terorganisir atas nama pribadi mungkin ada, tapi secara organisatoris ke depannya perlu dirumuskan.”

Kegiatan pelantikan BPD KKSS periode 2020-2025 akan dihadiri oleh Gubernur Provinsi Papua Barat, Walikota Sorong, Ketua BPW KKSS Papua Barat dan seluruh FORKOPIMDA se-Sorong Raya.

Selain itu pula, akan ada sesi penyematan tanda jasa “Mappideceng” (Membangun) kepada sejumlah Ketua KKSS yang pernah memimpin di Kota Sorong.