STIE Amkop Jalin Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Papua

STIE Amkop Jalin Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Papua

IS
Ismail Suardi Wekke

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Sorong – Dilaksanakan pada hotel yang berlokasi di Panakukang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop menyelesaikan prosesi wisuda sarjana dan magister, Sabtu 7 Maret 2020.

Periode pertama wisuda 2020 ini STIE Amkop mengukuhkan 463 orang. Sebanyak 252 sarjana dan 211 magister.

Dalam setahun, STIE Amkop melaksanakan wisuda sebanyak dua kali. Untuk pelaksanaan maret 2020 ini merupakan periode pertama.

Selanjutnya, pada semester yang akan datang dilaksanakan periode kedua.

Dipadati orang tua wisudawan dan wisudawati, ruang utama hotel tidak mampu menampung keseluruhan pengunjung. Sehingga ada yang menunggu di ruang lain dalam hotel yang sama sambil menunggu selesainya acara.

Ketua STIE Amkop, Bakhtiar Maddatuang, dalam sambutan sebagai laporan Pendidikan selama satu semester menyampaikan bahwa kerjasama nasional dan juga internasional menjadi keperluan saat ini.

“Termasuk perguruan tinggi Papua, perlu diajak untuk turut membangun kolaborasi,” demikian disampaikan Bakhtiar di hadapan pengurus yayasan dan juga undangan lainnya.

Untuk mewujudkan itu dalam rangkaian pelaksanaan wisuda, juga diserahkan surat keputusan pengangkatan dosen yang akan mengelola urusan internasional di STIE Amkop.

“Begitu pula STIE Amkop memprogram student mobility. Pelaksanaan student mobility sebagai bagian untuk memberikan pengalaman antarbangsa” tegas Bakhtiar.

Hadir dalam kesempatan yang sama Kepala LLDIKTI Wilayah Sulawesi dan Gorontalo, Prof. Jasruddin.

Prof. Jasruddin memesankan bahwa menjadi seorang sarjana berarti sebuah kesyukuran. Salah satu cara bersyukur dengan mengamalkan ilmu yang sudah diperoleh di bangku kuliah.

Sementara Orasi Ilmiah disampaikan oleh Prof. Kadarsyah Suryadi, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) 2016-2020.

“Seorang sarjana dan magister adalah kesempatan untuk melakukan sesuatu. Pada sarjana dan magister terletak kemampuan. Maka, perlu melakukan sesuatu yang bermanfaat,” disampaikan Prof. Kadarsyah.

“Kuncinya, dengan terus mengembangkan diri,” urai Prof. Kadarsyah mengakhiri orasi.