Ramadhan yang Menjauh, Ketika Mudik menjadi Masalah

Ramadhan yang Menjauh, Ketika Mudik menjadi Masalah

IS
Ismail Suardi Wekke

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Sorong – Dua pertiga malam Ramadhan, sementara dijalani. Ini adalah malam-malam terakhir, untuk dijalani sehingga penghujung Ramadhan.

Ramadhan dimana dalam suasana pandemi, justru kemeriahan bukan pada Ramadhan. Kegaduhan mengiringi dalam pertengkaran terkait mudik.

Ramadhan selama ini dilengkapi dengan kebersamaan. Akhir Ramadhan justru diselesaikan dengan mudik. Bertemu sanak saudara di kampung halaman.

Mudik dalam pelbagai bentuknya memberikan kesempatan untuk bertegur sapa. Walau selama ini media telah mendekatkan. Namun media apapun, itu semua hanya mendekatkan saja. Tetapi tetap ada kondisi yang terhalang.

Interaksi langsung, itulah yang menjadi hubungan terjalin selama ini. Tanpa hijab yang menghalangi.

Jikalau saja dengan gawai, wujud keberadaan mekanik yang tentu saja bukan bagian dari interaksi yang humanis.

Kadang pula terkendala pada urusan di luar manusia. Signal, koneksi internet, dan lainnya, yang akan menjadi faktor penentu.

Sebelumnya, walaupun dalam perjalananan mengalami kemacetan. Juga harga tiket yang melambung jauh dari biasanya. Bukan menjadi alasan untuk tidak mudik.

Bahkan dalam satu kesempatan, ada tukang cukur di Makassar yang harus mengajukan kredit supaya bisa pulang bersama keluarga. Ongkos transportasi yang dipinjam, tidak menghalangi mudik.

Mudik juga merupakan kesempatan memunguti masa lalu. Mengenang kembali masa-masa yang telah berlalu.

Sekaligus mengecap kembali penanganan yang hanya dihidangkan dalam kesempatan idul fitri. Kali ini, Ramadhan, yang akan segera berakhir tidak menjadi kesempatan untuk itu.

Hanya saja, kesempatan untuk itu disampaikan pemerintah untuk dibatasi. Bahkan ditiadakan sama sekali.

Ini pulalah yang menjadi masalah tersendiri. Pada masa pagebluk covid-19, justru mudik tidak lagi dapat ditempuh.

Dengan perjalanan Ramadhan yang semakin menuju akhir, kesabaran untuk tidak mudik lagi kali ini menjadi tantangan untuk tetap menyemai kegembiraan.